Me, Myself & Denny






         This blog is about my life as the CEO of Sportindo.com, Ultimate Nutrition & Ultimate Gear distributor.

January 6, 2007

Nutrition Data

Filed under: Sports — cobramania @ 3:57 am

Ketika saya sedang mencari-cari informasi tentang kandungan glucose dan fructose dari buah pisang dan apel untuk menentukan mana yang lebih baik digunakan sebagai makanan post exersice, saya menemukan website ini: www.nutritiondata.com. NutritionData (ND) provides a complete nutrient analysis for any food or recipe, and helps you select foods that best match your dietary needs. Begitulah penjelasan dari Nutrition Data.

Sebagai contoh dari hasil browsing saya, buah pisang memiliki data di http://www.nutritiondata.com/facts-B00001-01c20Tm.html dengan kandungan Glucose sebesar 11,204mg dan Fructose sebesar 10,912mg dibandingkan dengan data juice apel di http://www.nutritiondata.com/facts-C00001-01c20TO.html dengan kandungan Glucose sebesar 6,200mg dan Fructose sebesar 13,890mg.

Fructose memiliki kecepatan diserap yang lebih lambat daripada Glucose sehingga apabila kandungan fructose lebih tinggi, tentunya buah tersebut akan lebih lambat diserap. Dari perbandingan Glucose dan Fructose pada buah apel menunjukkan bahwa nilainya yang lebih tinggi pada apel akan membuat karbohidrat pada buah apel diserap lebih lambat dibandingkan dengan buah pisang. Hal ini memberikan informasi kepada kita bahwa untuk postexercise meal, atau makanan untuk setelah olahraga, sebaiknya dipilih buah pisang karena akan lebih cepat diserap dan lebih cepat mengembalikan kandungan glikogen di otot dan liver. Pengembalian glikogen yang lebih cepat akan membantu kita untuk memulihkan kondisi tubuh kita untuk berlatih di keesokan harinya.

Denny
www.sportindo.com

Protein atau Karbohidrat untuk Pre-Kompetisi

Filed under: Sports — cobramania @ 2:05 am

Banyak atlit kuno selalu mengacu ke cara lama yaitu steak atau telur untuk makanan sebelum kompetisi. Padahal sebenarnya makanan jenis ini, dengan kandungan karbohidrat yang rendah, justru membuat tubuh kita tidak mampu melakukan performa yang optimal. Ada lima alasan untuk mengubah makanan tinggi protein ini menjadi tinggi karbohidrat, yaitu:
1. Karbohidrat akan memenuhi kebutuhan glikogen otot dan glikogen liver setelah semalam tubuh tidak menerima asupan apapun.
2. Pencernaan karbohidrat dan penyerapannya lebih cepat daripada protein atau lemak. Karena itu karbohidrat menyediakan energy lebih cepat dan mengurangi rasa penuh di perut setelah makan.
3. Makanan tinggi protein meningkatkan ‘resting metabolism’, yaitu metabolisme kita ketika tidak melakukan aktivitas, lebih dari karbohidrat sehingga energy akan dibutuhkan lebih banyak untuk mencerna dan menyerap protein. Kondisi seperti ini bisa mengurangi performa tubuh ketika melakukan latihan di udara panas.
4. Proses penggunaan protein sebagai energy menyebabkan dehidrasi tubuh sewaktu melakukan latihan karena sisa proses perubahan protein menjadi tenaga membutuhkan air untuk dikeluarkan bersama dengan urine.
5. Karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber energy utama pada waktu kita melakukan aktivitas anaerobic dan aerobic dengan intensitas tinggi.

Kesimpulannya, makanan sebelum kompetisi harus memenuhi kebutuhan glikogen otot dan liver dan menyediakan glukosa yang cukup untuk diserap di usus selama kita berlatih. Makanan yang disarankan sebaiknya:
- Terdiri dari 150-300gram karbohidrate (3-5gram per kg berat badan dalam bentuk padat atau cair)
- Makan 3-4 jam sebelum berlatih
- Mengandung sedikit lemak dan fiber untuk membantu pengosongan perut

Keuntungan dari konsumsi pre-kompetisi yang benar ini hanya bisa terjadi kalau atlit telah menjaga dietnya selama ini. Pola makan ini tidak bisa memperbaiki kekurangan nutrisi seminggu sebelum kompetisi kalau sebelumnya tidak dilakukan diet yang benar.

Denny
www.sportindo.com

January 4, 2007

Bahaya Diet Rendah Karbohidrat

Filed under: Sports — cobramania @ 9:40 pm

Banyak dari kita yang ingin menurunkan badan dengan ‘cepat’ dan pada
umumnya mengambil metode Diet Rendah Karbohidrat (tinggi Protein). Para binaraga juga sering sekali menggunakan cara ini untuk membuang lemak di tubuhnya dengan cepat. Ternyata ada beberapa hal yang membuat diet jenis ini cukup berbahaya. Apakah kita harus terus menggunakan metode ini? Kapan kita harus waspada?

Karbohidrat
adalah sumber energy utama dalam tubuh kita selain Protein dan Lemak.
Karena itu tubuh akan lebih memilih karbohidrat untuk pemenuhan
kebutuhan energynya. Kelebihan karbohidrat akan disimpan oleh tubuh menjadi lemak
membuat banyak orang berpikir dengan mengatur pola makan sedemikian
rupa sehingga menjadi rendah karbohidrat, tinggi protein, akan membuat
lemak yang ada bisa dibakar melalui olahraga yang intensif dan tenaga
yang dibutuhkan akan dipenuhi dari asupan protein yang tinggi.

Karbohidrat mempunyai empat fungsi penting yang berhubungan dengan metabolisme tubuh dan perfoma latihan, yaitu:
1. Sumber energy utama
2. Asupan karbohidrat yang cukup akan membantu protein mempertahankan sel-sel protein
3. Membantu pembakaran lemak
4. Bahan bakar untuk system saraf pusat

Mengurangi
asupan karbohidrat dan menambah protein dengan harapan akan membantu
tubuh membakar lemak lebih. Tetapi apabila hal itu dilakukan terus
menerus, maka pada saat proses katabolik, yang mana protein diubah
menjadi glucose sebagai energy, protein akan diambil dari otot yang akan menyebabkan berkurangnya massa otot. Dan pada saat perubahaan protein menjadi glucose itu menghasilkan sisa buangan berupa nitrogen yang harus dibuang melalui urine dan keringat. Nitrogen yang dibuang melalui urine ini jelas akan membebani ginjal. Jadi
semakin rendah asupan karbohidrat, semakin tinggi intensitas latihan
dan semakin banyak protein yang dikonsumsi, dalam waktu yang lama, akan
merugikan ginjal kita
. Banyak minum air yang diharapkan akan
melancarkan proses ginjal, juga akan membebani ginjal apabila diet
seperti ini diteruskan karena sisa buangan tersebut tetap harus
melewati ginjal kita.

Yang harus Anda perhatikan adalah, cek
kondisi ginjal Anda, apabila ada kelainan baik itu karena genetik atau
penyakit tertentu, jangan lakukan pola diet ini. Bagi yang sangat
overweight, ingin mendapatkan hasil yang cepat, pola diet ini bisa
digunakan, tetapi jangan lebih dari dua bulan, dengan catatan kondisi
ginjal Anda baik-baik saja. Pola diet ini seperti pisau bermata dua,
gunakan dengan hati-hati.

Denny
www.sportindo.com