Me, Myself & Denny






         This blog is about my life as the CEO of Sportindo.com, Ultimate Nutrition & Ultimate Gear distributor.

February 25, 2007

On the Way Home

Filed under: Weblogs — cobramania @ 10:01 pm

This is my last update untuk blog perjalananku di US. Beberapa hari kemarin aku cukup sibuk, ngurus tiket, hotel, etc dan tidak ada koneksi internet sehingga baru hari ini aku bisa melanjutkan blogku. Mengingat banyak yang bertanya bagaimana kelanjutan ceritaku:) Thanks to all of you yang telah membaca blogku dari awal sampai terakhir ini …..

Melanjutkan beberapa hari yang lalu, aku akhirnya berangkat ke LA, naik US Airways First Class. Sesampainya di Bradley International Airport di Farmington, aku tidak harus antri check in karena tiketku adalah First Class tiket. Semua berjalan lancar dan akhirnya aku tiba di Charlotte untuk transit. Disitu aku segera mencari makan siang dan pilihan terbaik cuman cheeseburger. Setelah itu aku segera cek status penerbanganku, dan ternyata pesawatku di delay selama 50 menit. Aku akhirnya mengambil laptop, menghabiskan waktu sambil online dan mengobrol dengan orang disebelahku.

Img_4505

Setelah itu, kembali aku terbang menuju Los Angeles selama 6.5 jam. Tiba di LAX aku segera mengambil bagasi setelah menunggu cukup lama, kemudian menuju ke tempat shuttle yang telah aku booking sebelumnya. Setelah menunggu shuttle datang aku mengambil beberapa foto keramaian LAX di malam hari. Dan setelah menaikki shuttle bus, aku segera meluncur ke arah Irvine, tempat sepupuku tinggal.

Img_4507

Perjalanan aku tempuh sekitar 1 jam dan finally aku sampai di Irvine, yang menurut driver bus nya adalah daerah teraman di states (bener ga sih fan? katanya baru ada kejadian juga disitu?). Setelah itu aku bermalam disitu dan keesokan paginya aku sudah harus kembali ke airport. Badai salju di farmington membuat jadwalku jalan-jalan di LAX menjadi hilang:( hanya sempat mampir malam itu untuk beristirahat dan paginya sudah harus berangkat kembali untuk terbang menuju ke jepang.

Img_4519

Img_4522

Img_4527

Img_4532

Terbang ke jepang membutuhkan waktu 11.5 jam. Bangku sebelah kiriku kosong memberiku space yang cukup untuk beristirahat. Terbang sekitar jam 12.00 siang waktu LA aku sampai di Jepang pukul 15.35 sore hari di hari yang sama karena perbedaan waktu. Ternyata di jepang yang seharusnya aku terbang pukul 17.20, ternyata terlambat hampir 2 jam.  Jam 19 kurang pesawat baru terbang, dan membutuhkan waktu sekitar 6.5 jam untuk menuju ke singapore. Kali ini benar-benar nyaman karena satu deret bangkuku yang berisi 5 kursi ternyata kosong, tidak ada yang duduk sama sekali, pesawat mungkin hanya terisi sekitar 10% atau bahkan kurang.

Aku sampai di singapore pukul 2 pagi hari padahal jadwal seharusnya aku sampai pukul 23.50. Untung shuttle bus menuju ke transit hotelku di Grand Mercure Hotel masih ada. Setelah menghubungi pihak shuttle bus, aku disuruh menunggu sekitar 10 menit. Aku ingat kalau di hotel itu tidak disediakan air minum di kamar, dan seingatku juga tidak ada free breakfast, jadi aku memutuskan untuk membeli french fries, cheeseburger dan sebotol air di counter Burger King di dekat tempat aku menunggu. Cukup sulit membawa 2 koper besar, 1 tas punggung, 1 tas gym berisi nintendo, dan 1 kresek berisi burger king. Setelah itu bus sudah menunggu dan aku segera meluncur ke hotel.

Seperti dugaanku, ketika sampai di hotel pukul 2.30 pagi, ternyata hotelku bermasalah dikarenakan aku mengubah jadwal penerbanganku sehari lebih lambat dari yang seharusnya. Sekali lagi badai salju membuat masalah. Voucherku yang seharusnya check in hotel tgl 17 dikatakan sudah tidak berlaku oleh pihak hotel. Dan ketika beragumentasi, pihak hotel bilang bahwa penerbangan tidak memberikan kabar atau apapun ke pihak hotel. Aku disuruh menunggu lagi sampai pukul 3 pagi akhirnya aku diberitahu bahwa pihak airlines tidak mau membayar. Dan aku diharuskan membayar Deluxe room seharga S$230 before tax. Aku langsung mengiyakan mengingat hal ini bisa diurus besok-besok dan ini sudah jam 3 pagi, sedangkan aku sangat capek setelah terbang dan transit lebih dari 20 jam. Untuk disitu ada orang dari Indonesia juga yang mau menemani aku ngobrol.

Aku segera cek in dan tidur. Agak susah tidur karena di pesawat aku sempat tidur beberapa jam karena tahu bakal datang ke singapore agak terlambat dan daripada aku sakit karena kurang tidur. Sebelumnya aku berpikir lebih baik tidak tidur di pesawat supaya datang ke singapore jam 12 malam, capek dan bisa langsung beristirahat dan menghindari jet lag. Tetapi karena delay di jepang, akhirnya aku memutuskan lebih baik tidur di pesawat.

Keesokan harinya, aku berangkat ke airport pada pukul 10.30, dijemput sangat tepat waktu oleh shuttle bus milik hotel yang memang melayani antar jemput dari hotel menuju airport. Di airport, sesuai dugaanku lagi, ternyata tiketku bermasalah, karena jadwalku menggunakan United Airlines mundur sehari, dan di penerbangan ke Indonesia ini aku menggunakan partner UA yaitu Singapore Airlines. Petugas di tempat mengatakan apakah kamu miss the flight yesterday karena tiketmu tertanggal kemarin, yaitu 18 February dan namamu tidak terdaftar di komputer calon penumpang hari itu. Aku bilang kalau I didn’t miss the flight but I changed the flight. Petugas masih mengatakan kalau pihak UA sama sekali tidak memberitahukan hal itu ke Singapore Airlines, jadi seharusnya kalau ubah jadwal, kamu harus datang ke kantor UA untuk ubah tiket sekalian. Kenyataannya adalah aku memang mengubah melalui telp, missy yang melakukan semua itu kemarin di farmington, dan email konfirmasi dari UA juga menyebutkan bahwa yang terganti hanyalah jadwal UA. Aku dan missy sudah menanyakan tentang Singapore Airlines, tetapi UA mengatakan kalau semuanya otomatis koq, hanya di email saja memang tidak nampak. Tetapi aku juga mengatakan, kalau aku sudah mampir di kantor UA dan aku langsung menyodorkan print out dari email konfirmasi UA sambil mengatakan kalau aku sudah diberi ini oleh UA, sekalian aku berikan corat coret missy di kertas yang berisi jadwal baruku.

Img_4536

Img_4537

Untungnya dalam coretan missy ada jadwal baru singapore airline, yang memberikan keuntungan kepadaku. Aku mengatakan kepada petugas kalau pihak UA yang memberikan coretan itu. Akhirnya petugas itu pergi entah kemana
dan setelah kembali dia bertanya, which seat do you want? :) Aku segera bilang, isle seat please…..
Berhasil juga ternyata caraku untuk mendapatkan seat. Setelah itu aku segera mencari makan, karena meskipun sudah memakan burger king, ternyata aku masih lapar. Setelah itu aku terbang ke Indonesia dan semuanya berakhir……

I’m gonna miss everything there…..3 minggu di US sudah berlalu, sangat menyenangkan ketika mengingat-ingat apa saja yang telah aku lalui disana. Hubunganku dengan Brian sudah menjadi semakin dekat dan itu juga sangat memperlancar bisnisku di Indonesia dan hopefully segera untuk di negara yang lain yang akan kami garap. And for myself, aku merasa telah mendapatkan banyak pengalaman berharga selama proses ini. Semua aku lalui sendirian termasuk mulai mengurus visa keberangkatan ke US, selama disana, semua kesulitan, survival yang aku lakukan ketika sakit dan sendirian, sampai akhirnya aku pulang. Ada kebanggaan tersendiri dengan semuanya ini……..

Denny

February 15, 2007

Last Day in Farmington - 2nd

Filed under: Uncategorized — cobramania @ 7:38 pm

Semoga hari ini merupakan malam terakhirku di Farmington, karena kemarin aku harusnya sudah berada di Los Angeles tetapi rencana berubah semua karena badai salju. Badai cukup heboh sampai masuk berita di TV, Yahoo, etc dan menutup beberapa airport di beberapa tempat.

Pagi tadi, jam 9.45, mama Brian datang ke hotelku dan menjemputku untuk pergi shopping. Kami berjalan-jalan, dan aku membeli Nintendo Wii, kemudian terus menghabiskan waktu di mall sambil melihat-lihat dan kami keluar. Setelah itu aku diajak menuju ke arah bukit yang cukup tinggi. Pemandangan disana sangat indah, sayang aku meninggalkan kameraku di hotel karena schedule awal cuma ke Mall jadi aku pikir buat apa bawa kamera. Rumah-rumah disitu yang sisi belakangnya menghadap ke tebing bisa seharga 5-6jt US dollar.

Setelah puas berputar-putar di daerah atas, kami turun dan menuju ke restoran untuk makan siang. Kami ngobrol dan bergurau cukup lama sambil menikmati makanan. Di Amerika ada perbedaan yang sangat mencolok, yaitu kalau di Indonesia kita diajarkan untuk menghabiskan makanan kita karena sayang sudah dibeli kalau dibuang lagi. Tetapi disini, mereka mengajarkan, makanlah sampai penuh perutmu dan tinggalkan sisanya, ketika aku bertanya kenapa begitu, mama Brian menjelaskan karena di US 60-70% menderita obesitas, jadi memang negara mengajarkan untuk makan secukupnya, sedangkan porsi makanan yang dijual cukup besar. Jadi kalau makan sekenyangnya, sudah pasti lebih. Waitress  restoran bercanda ketika mengantarkan makananku dan mengatakan kalau aku tidak boleh meninggalkan tempat kalau makananku ini tidak habis, he he he.

Setelah selesai lunch, kami menuju ke tempat Amy bekerja, toko pakaian wanita di The Shoppes. Salju sudah mulai mencair karena hari ini cukup cerah, matahari sudah bersinar kembali, tetapi angin yang berhembus masih sangat dingin. Aku selalu suka menginjak salju yang tebal dan puffy, bisa masuk ke dalam ketika aku injak:) Amy masih bekerja dan kami ngobrol-ngobrol sampai akhirnya mama Brian mengajakku masuk ke mall yang ada disitu untuk mencari syal.

Setelah selesai shopping, mama Brian menurunkanku di depan Barners n Nobbles dan dia segera pergi karena ada jadwal ke salon. Aku menghabiskan 1.5 jam membaca buku di Barners dan akhirnya aku kembali ke toko Amy di seberang jalan, dan setelah itu dia segera berkemas dan keluar dari toko karena jamnya sudah selesai.

Kami berdua menuju ke Bank of America karena Amy ada sedikit urusan dan setelah itu kami menuju ke PlainVille, small town di luar farmington untuk menonton bioskop. Kami menonton The Messengers, film horror terbaru karya Pang Brothers (director The Eye). Berbeda dengan di Indonesia, setelah membeli tiket, kita langsung menuju ke ruangan theater, tidak ada penjaga yang menyobek tiket, tidak ada nomor tempat duduk, totally free seat.  Aku tidak tahu apakah ada orang yang tanpa membeli tiket bisa langsung masuk begitu saja. Tetapi menurut aku bioskop di Indonesia masih lebih bagus daripada ini. Kami cuman berdua seruangan, dan selagi menunggu waktu, kami mengobrol sambil makan popcorn. Setelah itu datang lagi 2 orang…..dan 3 orang lagi bersama anak kecil dan film kemudian diputar. 3 orang dibawahku itu segera keluar ruangan ketika mengetahui kalau itu film horror. Mungkin anak-anaknya terlalu takut or mereka belum research tentang film apa yang mau ditonton:P

Setelah selesai nonton, kami berdua keluar dan hawa lebih dingin dari sebelumnya. Kami segera menuju ke restoran cina terbaik di farmington yang sudah dibooking sejak kemarin oleh mama Brian. Tahu kalau aku suka chinese food, mereka membookingkan di tempat terbaik. Malam itu kami semua berkumpul, ada Mrs Rubino, Mark adik Brian and Amy, ada Brian n Missy dan terakhir aku. Kita makan besar, dan seperti biasa, aku dapat crispy duck utuh 1 sebegitu besarnya untuk aku makan sendirian :)

Setelah makan, bercanda dan ngobrol lama, akhirnya kami semua berpisah, really a good dinner for my last day in farmington. Mrs Rubino give me a goodbye hug. And akhirnya amy yang mengantarku ke hotel. Sempat mampir ke RadioShack sebentar untuk membeli converter untuk Wii ku. Setelah itu Amy menurunkanku di hotel. Aku segera membereskan semua koperku dan lain-lain supaya besok tinggal berangkat, dan sebelum tidur, aku sempatkan menulis blog ini…..g’bye Farmington….I think i’m gonna miss the snow and everything here…..

Denny

February 14, 2007

Big Meeting n Leaving Farmington

Filed under: Weblogs — cobramania @ 8:17 pm

Kemarin pagi aku berangkat dari rumah Brian pukul 9 untuk ngantor. Disana aku ketemu dengan Tony, dia bekerja sebagai designer di Ultimate Nutrition. Kami membicarakan beberapa hal mengenai design label, format file yang kita pakai, karena beberapa design label Ultimate Nutrition di US ada yang merupakan karya team designer Ultimate Nutrition Indonesia:)

Setelah selesai dengan Tony, aku segera dipanggil Brian untuk meeting di ruang meeting. Cuma kami berdua, membicarakan produk-produk terbaru Ultimate Nutrition, kemudian rencana jangka pendek, dan rencana jangka panjang, termasuk ekspansi kerjasama kami di luar Indonesia :)

Setelah meeting selesai, kami melakukan beberapa foto session di kantor dan pabrik Ultimate. Missy bilang tidak ada seorang pun yang pernah dan boleh memotret di dalam pabrik. Tetapi hari itu sepertinya pengecualian, karena aku boleh memotret sampai ke dalam lab, tetapi secara minimum. Here’s the list of the pic….

Img_4486

Img_4490

Setelah itu aku diajak makan siang dan kembali ke kantor untuk relax sambil menunggu waktu menuju airport untuk keberangkatanku ke LA. Flightku dijadwalkan terbang pada pukul 15.36 karena diprediksi pukul 17.00 akan ada badai salju. Akhirnya aku berangkat juga ke airport diantar oleh sopir kantor yang beratnya 200kg, sangat besar….

Sesampainya di airport setelah 30 menit perjalanan, ternyata salju sudah mulai turun dan flightku dicancel. Aku menghubungi brian dan ternyata dia masih belum menjawab teleponku. Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 dan aku masih terlantar di airport. Could be another film of The Terminal kalau aku tidak segera melakukan sesuatu. Aku cuman tahu no telp kantor Ultimate dan telp handphone Missy dan keduanya tidak ada yang menjawab. Sehingga akhirnya aku mengirimkan sms ke mamaku di  rumah, untuk mengirimkan email ke Julia, salah satu staff Ultimate yang aku yakin pasti ada di depan komputer, untuk segera memanggil Brian dan menelpon ke hpku. Benar juga, 5 menit kemudian Brian telp aku dan setelah mengecek flight dan sebagainya, kita berdua memutuskan aku harus bermalam di hotel terdekat.

Hotel Radisson di airport ternyata sudah penuh, sehingga Brian memesankan aku kamar di Howard Johnson Plaza Motel. Aku segera memesan taksi untuk menuju kesana. Disana aku bermalam, tanpa ada Internet. Makan malam harus beli di restoran hotel. Aku menghabiskan waktu dengan bermain games di Macbook Pro ku. Banyak film bokep diputar di TV sih :D he he he…..

Keesokan harinya, aku memutuskan untuk kembali ke airport melihat situasi. Pada saat breakfast, semua orang mengatakan airport ditutup hari itu karena badai salju. Setelah menyelesaikan breakfastku, aku bertanya sekali lagi ke receptionist dan dia mengatakan kalau airport baru saja dibuka. Sehingga aku memutuskan untuk segera kembali ke kamar, membereskan semua barangku dan kembali ke lobby menunggu shuttle bus yang akan membawaku menuju airport.

Salju sangat tebal, dan deras ketika akhirnya aku menaiki shuttle bus yang baru datang. Mengendarai mobil harus pelan dan sangat berhati-hati karena jalan licin dan meskipun di rem, tidak akan berhenti karena roda menginjak es, bukan jalan.

Sesampainya di airport, ternyata antrian US Airways sangat panjang, aku tidak melihat ujungnya karena antrian berderet sampai ke gedung sebelah. Daripada aku ikut antri berjam-jam, mending aku kembali, jadi akhirnya aku kembali ke kantor Ultimate setelah memesan taxi seharga $56 dan menunggu selama beberapa menit dengan suhu -10C.
Tanganku sudah hampir beku karena aku tidak memakai sarung tangan dan jaket yang tebal. Jaket yang dipinjami oleh brian sudah aku kembalikan kemarin. Akhirnya taksi datang dan aku menuju ke kantor Ultimate. Sesampainya di kantor, hujan salju sangat deras, Brian segera mengambil koperku dan berlari ke dalam kantor karena es yang jatuh dari langit cukup menyakitkan muka. Setelah masuk kantor, rambutku penuh dengan bongkahan es kecil-kecil, cukup seru sih pengalamanku, mulai dari melihat salju sampai badainya:)

Img_4499

Di kantor brian memberikan aku satu ruangan untuk bekerja, mengecek email, dan membereskan beberapa hal, kemudian brian memberiku salad untuk lunch yang terakhir aku baru menyadari bahwa dia membagi makan siangnya berdua untuk aku. Suhu di kantor sangat dingin sekali, dan ternyata terakhir aku juga baru menyadari kalau pemanas kantor sedang rusak! Kemudian missy mengatur kembali tiketku dan pada pukul 15.00 akhirnya aku memutuskan untuk tinggal di hotel untuk malam hari itu selama 2 hari sampai keberangkatanku.

Pukul 16.00 Brian memanggilku melalui AIM, dan mengatakan kalau Amy, adiknya, akan mengantarkan jaket ke tempatku dan kalau aku tidak keberatan, mau diajak makan malam bersama keluarganya karena Brian sendiri tidak bisa menemani aku hari itu karena ada acara dengan istri dan mertuanya untuk valentine dinner. Aku mengiyakan tawaran itu. Amy menjemputku pukul 18.00 dan kemudian kami menuju ke rumahnya. Ternyata mama Brian sudah menyediakan steak as our dinner. Aku bermain XBOX dengan Mark, adik Brian satu lagi yang paling kecil. Dan kemudian kami semua dinner dan ngobrol lama di meja makan. Kemudian setelah itu Amy mengajak aku untuk nonton bioskop besok, dan kami mencari daftar movie di internet. Setelah selesai, mama Brian bilang kalau dia akan menjemputku besok pagi dan mengajakku shopping. Mereka tau kalau aku ingin membeli Wii, so mereka akan mengajakku keliling besok pagi untuk melihat-lihat, dan siang ganti ditemani Amy dan malam sudah dijadwalkan untuk menyantap Chinese Food di malam terakhirku di Farmington.

Setelah itu, Amy segera menyalakan mobil, supaya panas sambil kami ngobrol di ruang makan, dan setelah itu Amy mengantarkan aku pulang kembali ke hotel, and here I’m once again, writing this blog sambil ditemani beberapa orang untuk chatting……g’nite everyone…..

Denny
(complete photos at: http://life.sportindo.com/blog.php?id=1&blogid=897)

February 12, 2007

Ultimate Nutrition Factory Visit

Filed under: Weblogs — cobramania @ 4:56 pm

Hari ini jadwalku cukup sibuk. Aku pergi ke kantor Ultimate Nutrition sekitar pukul 9 pagi dan disana aku langsung meeting dengan Julia. Bagian dokumentasi Ultimate Nutrition yang biasanya bekerja sama dengan aku hanya melalui email untuk urusan kelengkapan document. Meeting selesai sekitar pukul 9.45 dan kemudian pada pukul 10.30. Amy, adik Brian datang ke kantor untuk menemani aku jalan-jalan seputar Farmington. Sempat diajak melihat rumah 50Cent yang ternyata ada di Farmington. Rumah itu dulu bekas milik Mike Tyson. Brian ada jadwal meeting jam 11.00 - 14.00 dengan distributor dari rusia yang tidak bisa dicancel sehingga aku menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan seputar farmington terlebih dahulu.

Lunch pukul 12.30, dan kami meneruskan jalan-jalan sampai pukul 14.30 dan akhirnya kami kembali ke kantor. Brian segera menjadwalkan tour dengan Plant Manager Ultimate Nutrition, Mr Roy untuk mengajakku berkeliling tempat produksi, bottling dan pengepakan seluruh produk Ultimate Nutrition. Banyak mesin-mesin canggih disana. Proses demi proses dari pencampuran bahan baku, pengompresan tablet, pengkapsulan, kemudian pengisian botol-botol whey protein. Muscle Juice ember memiliki kecepatan produksi sekitar 1 ember per 10 detik yang berarti sekitar 360 ember per jam. Pengkapsulan bisa memiliki kecepatan sampai 160.000 caps per jam. Semua dijelaskan satu persatu dan akhirnya kami sampai di bagian labeling, pengecekan ulang untuk tutup dan segel dalam botol dan terakhir ke bagian box.

Semua segel whey dipastikan setelah ditutup dan disegel dalam, akan di cek ulang dengan membuka tutup satu persatu dan di test apakah segel sudah terpasang dengan baik. Sehingga kalau ada kejadian di Indonesia bahwa segel dalam terbuka, itu disebabkan karena suhu udara di Indonesia yang terlalu panas, sehingga lem segel meleleh.

Setelah tour selesai, aku menunggu Brian di kantornya selama beberapa saat dan kemudian dia mengajakku keliling ke bangunan yang lain, berjarak sekitar 3 menit dari kantor utama. Disitu terdapat gudang yang sangat besar, untuk penyimpanan barang jadi yang akan dikirim ke para customer. Dan ternyata disebelah gedung itu, gedung sebelahnya masih milik Ultimate Nutrition yang berisi raw material. Raw material ini datang dan tidak lebih dari 2 minggu sudah dipastikan akan diproduksi. Ada ruangan kecil disitu, yang isinya adalah gudang label. Staff disana mengatakan, saat ini labelling di Ultimate sudah sedikit terlambat, dalam arti pesanan melonjak sedemikian drastis sehingga perusahaan percetakan label agak kurang mampu memenuhi permintaan label. Tetapi semuanya masih diusahakan se on time mungkin. Brian juga menunjukkan beberapa tumpukan raw material di gudang itu, bagaimana dia harus mengambil sample dari tiap bungkusan, dan mengirimkannya ke lab untuk di test. Kalau lab sudah mengatakan ok dan tidak ada sesuatu hal yang aneh, maka bahan baku itu baru boleh digunakan untuk produksi. Jadi setiap kali mau produksi, bahan baku akan di test, begitu setiap kali.

Setelah tour selesai, kami kembali ke kantor, dan brian membuka Prostar Rum Raisin baru, yang menurutku rasanya lumayan enak, tetapi yang sangat enak adalah ketika dia mencobai Iso Sensation Cafe Brazil. Rasa kopinya mantap sekali. Dengan air dingin, aku merasa this is the best taste yang pernah aku coba untuk whey. Belum coba sih kalau misalnya dengan air panas, mungkin baunya juga pasti akan mantap:)

Setelah itu, aku pulang dari kantor dengan Missy karena hari sudah semakin malam, dan here I’m checking my ticket for tomorrow flight to Los Angeles !!! :) What a life…..:)

Denny

February 11, 2007

We’re Going to New York!

Filed under: Weblogs — cobramania @ 8:14 pm

Pagi itu, Brian n Missy menjemputku di hotel, sekitar pukul 10.20. Kita semua berangkat ke New York, mengendarai mobil, sekitar 2 jam lebih. Brian yang mengemudikan mobil itu. Perjalanan sangat lancar, pemandangan sangat cerah.
Kami sampai di Marriot Marquis hotel sekitar jam 1 siang dan setelah check in dan meletakkan barang, kami segera menuju ke restoran di dekat hotel. Restoran itu disebut Blue Fin.

Img_4384

Setelah selesai makan siang disana, kami berjalan-jalan seputar kota New York, dan Missy mengatakan kalau aku harus membeli celana (sekali lagi) yang bukan jeans untuk masuk ke restoran mewah untuk dinner malam harinya. Sehingga setelah lunch kami segera masuk ke mall yang kebetulan ada demo anti bulu binatang. Setelah berputar-putar beberapa lama, akhirnya aku menemukan celana yang pas baik dari sisi pinggang dan panjang kakinya. Sayang sebenarnya karena modelnya cukup biasa dan harganya hampir 1jt hanya untuk sekali dinner, hehehe….Kemudian setelah itu, kami mencoba masuk ke Top of the Rock, dimana kita bisa naik ke bangunan sampai tingkat 70 untuk melihat pemandangan kota New York dari atas. Hawa sangat dingin dan angin berhembus sangat kencang dan dingin.

Img_4401

Setelah dari Top of the Rock, Missy mengatakan dia harus pergi ke suatu tempat dengan menggunakan taxi untuk melihat toko furniture karena Missy berencana untuk mengisi rumahnya yang baru. Brian dan aku melanjutkan perjalanan menuju Trump Tower. Sesampainya di Trump Tower, kami berdua menuju ke Trump Cafe, aku membeli ice cream disitu dan kita ngobrol sebentar sampai akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat.

Kami berjalan cukup jauh menuju ke hotel, hawa yang terlalu dingin membuat mukaku hampir beku rasanya, dan ketika aku mencoba menggerakan telinga dan daguku, responnya juga seperti terlambat, lucu sih:) Akhirnya setelah jalan begitu jauh melewati blok-blok yang cukup banyak, kami sampai di hotel dan segera menuju ke kamar kami di lantai 23. Lift di hotel ini cukup banyak sekali dengan label A, B sampai P (kalau tidak salah), dan uniknya adalah kita tinggal menekan nomor lantai kita di panel di luar lift, dan panel itu akan menunjukkan lift mana yang harus kita naiki. Hal tersebut mempercepat proses yang ada. Marriot Marquis ini berada di daerah TimeSquare, pusat kota New York yang sangat ramai sehingga tingkat hunian hotel juga sangat tinggi.

Setelah beristirahat selama kurang lebih 1.5 jam, akhirnya aku dan Brian dan Missy berkumpul kembali untuk makan malam di salah satu restoran favorit Missy yang cukup mahal. Brian memesan champagne untuk kami seharga 1jt. Dinner malam itu menghabiskan sekitar 3.5jt untuk kami bertiga. Dan setelah makan malam selesai, kami segera kembali ke kamar hotel untuk berganti pakaian (see, celana untuk sekali pakai seperti itu cukup sayang sebenarnya). Aku cuman berganti jeans, brian berganti tshirt. Dan kemudian kita segera berkumpul kembali dan kali ini kami menuju ke apartment teman Missy untuk berpesta.

Kami ngobrol disitu, banyak teman-teman baru, selama kurang lebih 2 jam, dan akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Sesampainya di hotel, Brian mengajak berputar-putar di cafe hotel untuk melihat-lihat dan akhirnya kami semua kembali ke kamar dan tidur.

Keesokan harinya, kami breakfast bersama, ada beberapa teman missy yang bergabung juga di tempat yang sama dengan lunch kemarin, Blue Fin. Aku memesan Myoplex Protein untuk minumku dan Brian cuman berkomentar ‘Penghianat’ sambil tersenyum, ha ha ha, very funny though karena ketika aku tawarin dia, Brian menjawab ‘aku sudah pernah mencobanya’. Dan aku langsung berkomentar ’siapa yang penghianat terlebih dahulu’:P ha ha ha

Setelah itu kami segera kembali ke hotel dan bersiap-siap untuk pulang kembali ke farmington. Kami sampai di farmington sekitar pukul 14.30. Missy membersihkan rumah dan aku keluar ke halaman rumah untuk mengambil beberapa foto rumah Brian yang baru. Enak sekali lingkungan ini, bersalju seperti ini, dengan kondisi seperti di dalam hutan dengan banyak pohon yang tinggi.

Kemudian kami kedatangan beberapa tamu, mama missy, saudara dan pacarnya dan kami menghabiskan waktu dengan menonton TV (selagi missy berbelanja), bermain billiard, dan makan pizza bersama.
Setelah itu here I am, writing this story, bersiap-siap mau tidur, besok pagi harus ke kantor Ultimate Nutrition untuk meeting beberapa hal penting…..

Denny (as usual guys, more pic in LIFE: http://life.sportindo.com/blog.php?id=1&blogid=894)

We’re Going to New York!

Filed under: Weblogs — cobramania @ 8:14 pm

Pagi itu, Brian n Missy menjemputku di hotel, sekitar pukul 10.20. Kita semua berangkat ke New York, mengendarai mobil, sekitar 2 jam lebih. Brian yang mengemudikan mobil itu. Perjalanan sangat lancar, pemandangan sangat cerah.
Kami sampai di Marriot Marquis hotel sekitar jam 1 siang dan setelah check in dan meletakkan barang, kami segera menuju ke restoran di dekat hotel. Restoran itu disebut Blue Fin.

Img_4384

Setelah selesai makan siang disana, kami berjalan-jalan seputar kota New York, dan Missy mengatakan kalau aku harus membeli celana (sekali lagi) yang bukan jeans untuk masuk ke restoran mewah untuk dinner malam harinya. Sehingga setelah lunch kami segera masuk ke mall yang kebetulan ada demo anti bulu binatang. Setelah berputar-putar beberapa lama, akhirnya aku menemukan celana yang pas baik dari sisi pinggang dan panjang kakinya. Sayang sebenarnya karena modelnya cukup biasa dan harganya hampir 1jt hanya untuk sekali dinner, hehehe….Kemudian setelah itu, kami mencoba masuk ke Top of the Rock, dimana kita bisa naik ke bangunan sampai tingkat 70 untuk melihat pemandangan kota New York dari atas. Hawa sangat dingin dan angin berhembus sangat kencang dan dingin.

Img_4401

Setelah dari Top of the Rock, Missy mengatakan dia harus pergi ke suatu tempat dengan menggunakan taxi untuk melihat toko furniture karena Missy berencana untuk mengisi rumahnya yang baru. Brian dan aku melanjutkan perjalanan menuju Trump Tower. Sesampainya di Trump Tower, kami berdua menuju ke Trump Cafe, aku membeli ice cream disitu dan kita ngobrol sebentar sampai akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat.

Kami berjalan cukup jauh menuju ke hotel, hawa yang terlalu dingin membuat mukaku hampir beku rasanya, dan ketika aku mencoba menggerakan telinga dan daguku, responnya juga seperti terlambat, lucu sih:) Akhirnya setelah jalan begitu jauh melewati blok-blok yang cukup banyak, kami sampai di hotel dan segera menuju ke kamar kami di lantai 23. Lift di hotel ini cukup banyak sekali dengan label A, B sampai P (kalau tidak salah), dan uniknya adalah kita tinggal menekan nomor lantai kita di panel di luar lift, dan panel itu akan menunjukkan lift mana yang harus kita naiki. Hal tersebut mempercepat proses yang ada. Marriot Marquis ini berada di daerah TimeSquare, pusat kota New York yang sangat ramai sehingga tingkat hunian hotel juga sangat tinggi.

Setelah beristirahat selama kurang lebih 1.5 jam, akhirnya aku dan Brian dan Missy berkumpul kembali untuk makan malam di salah satu restoran favorit Missy yang cukup mahal. Brian memesan champagne untuk kami seharga 1jt. Dinner malam itu menghabiskan sekitar 3.5jt untuk kami bertiga. Dan setelah makan malam selesai, kami segera kembali ke kamar hotel untuk berganti pakaian (see, celana untuk sekali pakai seperti itu cukup sayang sebenarnya). Aku cuman berganti jeans, brian berganti tshirt. Dan kemudian kita segera berkumpul kembali dan kali ini kami menuju ke apartment teman Missy untuk berpesta.

Kami ngobrol disitu, banyak teman-teman baru, selama kurang lebih 2 jam, dan akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Sesampainya di hotel, Brian mengajak berputar-putar di cafe hotel untuk melihat-lihat dan akhirnya kami semua kembali ke kamar dan tidur.

Keesokan harinya, kami breakfast bersama, ada beberapa teman missy yang bergabung juga di tempat yang sama dengan lunch kemarin, Blue Fin. Aku memesan Myoplex Protein untuk minumku dan Brian cuman berkomentar ‘Penghianat’ sambil tersenyum, ha ha ha, very funny though karena ketika aku tawarin dia, Brian menjawab ‘aku sudah pernah mencobanya’. Dan aku langsung berkomentar ’siapa yang penghianat terlebih dahulu’:P ha ha ha

Setelah itu kami segera kembali ke hotel dan bersiap-siap untuk pulang kembali ke farmington. Kami sampai di farmington sekitar pukul 14.30. Missy membersihkan rumah dan aku keluar ke halaman rumah untuk mengambil beberapa foto rumah Brian yang baru. Enak sekali lingkungan ini, bersalju seperti ini, dengan kondisi seperti di dalam hutan dengan banyak pohon yang tinggi.

Kemudian kami kedatangan beberapa tamu, mama missy, saudara dan pacarnya dan kami menghabiskan waktu dengan menonton TV (selagi missy berbelanja), bermain billiard, dan makan pizza bersama.
Setelah itu here I am, writing this story, bersiap-siap mau tidur, besok pagi harus ke kantor Ultimate Nutrition untuk meeting beberapa hal penting…..

Denny (as usual guys, more pic in LIFE: http://life.sportindo.com/blog.php?id=1&blogid=894)

February 9, 2007

Just Arrived in Farmington

Filed under: Weblogs — cobramania @ 8:26 pm

Jadwalku agak padat di farmington, so I will keep this brief :) Kemarin aku harus berangkat menggunakan hawaiian airlines untuk pindah pulau dari MAUI ke Honolulu. Dari Honolulu kami menggunakan Continental Airlines. Kami makan malam di airport dan menunggu keberangkatan pesawat jam 22.55. Tetapi jam 21.45 kami semua sudah dipanggil masuk terlebih dahulu, terutama karena kami semua memilih business class. Missy memberiku sleeping pill satu biji untuk membantuku tidur di pesawat.

Business Class di Continental cukup enak, dan aku menunggu pesawat berangkat sambil terkantuk-kantuk. Sleeping pill missy tidak jadi aku minum karena aku sudah merasa ngantuk. Aku pikir kalau tidak jadi tidur aku akan main games atau nonton TV aja. Ketika pesawat berangkat, aku akhirnya memutuskan untuk tidur.

Ternyata tanpa sleeping pill aku bisa tertidur 8 jam, pas sekali karena berangkan jam 11 malam sampai jam 7 pagi. Brian dan Missy membicarakan aku ketika aku mendengarnya dan kemudian aku terbangun. Brian sampai bertanya, ‘Den, you passed out back there?’ :)

30 menit kemudian kami landing. Airport di Newark, New Jersey cukup bagus. Dinginnya cukup menusuk padahal aku sudah memakai baju plus sweater with hoodie dan masih berada di dalam airport. Akhirnya aku memutuskan untuk memakai jaketku sebagai lapisan ketiga. Kami semua cepat-cepat mengambil koper dan menuju ke tempat parkir. Missy memarkir mobilnya di airport selama berlibur ke hawaii. Tempat parkir sangat dingin, terutama ketika ada angin berhembus.

Img_4356

Kami semua segera menaiki kendaraan dan keluar dari airport, menuju ke Farmington. Pemandangan cukup indah, tidak terlalu banyak salju di NJ. 1 jam kemudian kami berhenti untuk makan siang. Brian n Missy sekarang sudah tau kesukaanku, dan tiap selesai makan mereka selalu bertanya, ‘Ice cream for you?’ And kali ini aku iya kan, karena aku emang suka banget ice cream:)  Kemudian kami melanjutkan perjalanan sekitar 1 jam lagi menuju ke Farmington. Mulai masuk daerah pegunungan mulai banyak salju.

Img_4371

Masuk ke Farmington dan mereka mengedropku di Courtyard Hotel, group dari Marriot sehingga aku bisa mandi dan sebagainya. Mereka pulang dan mandi-mandi dan menjemputku lagi 3 jam kemudian untuk dinner bersama. Brian yang menjemputku, dan aku diajak ke rumah orang tua nya. Kita ngobrol beberapa saat disitu. Mama Brian meminjami aku jaket dingin karena punyaku kurang tebal, topi dan sarung tangan yang tebal juga. Ada dua saudara Brian yang dikenalkan ke aku juga. Setelah itu Brian mengajakku ke rumahnya yang baru. Mereka baru pindah sehari sebelum berlibur ke hawaii, jadi masih berserakan, box-box dimana-mana sehingga Missy mengatakan kalau dia malu rumahnya berserakan, jadi untuk beberapa hari pertama sebaiknya aku di hotel dulu.

Hari ini, mereka ke kantor Ultimate Nutrition dan masih sibuk sekali karena ditinggal seminggu di Hawaii. Aku memutuskan untuk jalan-jalan ke toko buku di sebelah hotel, Barners n Nobles dan Borders Bookstore. Tanpa terasa hari sudah semakin sore dan Big Lou from Ultimate Nutrition menjemputku di hotel pukul 16.30. Aku diajak ke kantor Ultimate Nutrition yang berjarak sekitar 15 menit dari hotelku. Semua orang sudah pulang, Brian membawaku keliling ke front office dan kita mencoba beberapa produk baru seperti Horse Power Watermelon dan Orange. Rasanya masih belum seperti yang kuharapkan, ada sedikit pahit. Brian menjelaskan kalau itu terlalu banyak campuran yang memang rasanya tidak enak seperti Beta-Alanine, MCT, etc. Orange masih sedikit mending daripada watermelon. Kemudian aku juga mencoba Liquid Creatine yang baru. Jenis ini adalah creatine baru. Liquid Creatine yang dahulu tidak akan stabil dalam cairan, tetapi sekarang sudah ada research/study yang bisa membuat Creatine stabil dalam bentuk cair. Aku masih meminta document pendukung dan sebagainya untuk lebih memastikan tentang hal ini.

Setelah itu kami pulang dari kantor, dan makan malam di rumah Brian, kami mencoba meja billiard Brian yang baru saja datang hari itu juga. Kemudian kami bermain tennis di XBOX. Dan akhirnya aku pulang ke hotel. Brian memaksa aku tidur di rumahnya, tetapi aku tidak membawa apapun, baju, etc dan aku juga bilang kalau batt camera n mobile phoneku habis dan aku harus membereskannya terlebih dulu malam itu juga karena besok pagi kami semua mau pergi ke New York.

Finally, right now, aku baru saja membersihkan diri, mengepak seluruh keperluan untuk ke New York, dan end up di meja tulis, mengetik blog ini…….Farmington is so COLD!!!  (oh ya, satu hal yang aneh adalah sekarang aku kalau pakai baju lama sekali rasanya, harus rangkap 3, belum sarung tangan, belum topi, sepatu juga, capek hanya untuk pakai dan lepas pakaian rasanya……:)

Denny     - (fs photo limitation SUCKS!!!!, please go here for more photos: http://life.sportindo.com/blog.php?id=1&blogid=891, thx)

February 7, 2007

Biking Downhill Halae Kala Volcano

Filed under: Weblogs — cobramania @ 12:43 am

Aku bangun pagi sekali hari ini, morning call dari hotel berdering pukul 5 pagi. Kemarin memang aku berpesan ke receptionist untuk membangunkanku karena pagi ini kami semua mau biking tour. Aku segera bangun, mempersiapkan segalanya, mengenakan celana double dengan training pants yang kemarin aku beli (it’s men pants finally, not women pants).  Mengenakan kaos, plus sweater hoodie. Aku segera turun dan taxi yang kupesan malam sebelumnya ternyata sudah menunggu untuk membawaku ke Four Season, hotel tempat Brian menginap. Cukup mahal, $8 untuk taxi dengan jarak cuman 2km (or maybe less karena ini melewati jalan raya, bukan pantai).

Aku sampai di kamar Brian tepat jam 5.55, masih menunggu missy di kamar mandi, aku menyalakan MTV. Tepat pukul 6am, breakfast datang ke kamar Brian seperti pesanan malam sebelumnya. Semua serba on time, sangat berbeda dengan di Indonesia. Aku dipesankan nasi putih, omelet scrambled, and bacon, akhirnya missy tau kesukaanku, air dan orange juice.

Setelah makan kami semua turun, dan tour guide kami, Laurie sudah menunggu. Setelah kita naik ke van, Laurie segera menjalankan kendaraannya, menjemput 1 pasangan dari texas yang baru menikah 2 hari yang lalu, dan menjemput 1 keluarga yang terdiri dari 8 orang di hotel lain. Kami semua berjumlah 13 orang. Setelah lengkap, kami semua menuju ke arah gunung berapi yang disebut Halae Kala. Sesampai dikaki gunung, van berhenti di tempat dimana sepeda kami tersedia dalam caravan. Kami dipersilahkan menggunakan toilet, mengambil kopi, kue, dan sebagainya

Semua selesai makan dan minum, laurie memanggil kita semua, dan kita berangkat menuju ke puncak gunung, tempat dimana kawah gunung berada.Laurie merasa bahwa seluruh isi van sangat dingin, tidak ada yang berbicara, sehingga dia berusaha meramaikan suasana. Laurie memperkenalkan dirinya dan kemudian menyuruh kami semua untuk memperkenalkan diri satu per satu. Satu orang dari minneasota mengatakan hawa disini tidak ada apa-apanya karena di tempat dia berasal, paling dingin bisa -50C, sehingga mobil harus dinyalakan 20 menit sebelum kita bisa menggunakannya karena terlalu dingin. Laurie yang bertubuh sangat gendut mengatakan bahwa nanti ketika bersepeda menuruni gunung, yang berat badannya lebih berat akan melaju lebih cepat, dan dia mengatakan bahwa dia adalah Gravity Gifted Person. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 1 jam, berhenti sekali untuk memotret pemandangan dan akhirnya kita sampai di puncak gunung.

Img_4286

Kami semua dipersilahkan menggunakan toilet lagi, jalan-jalan sebentar, dan berkumpul untuk pembagian jaket, sarung tangan, helm dan sepeda sesuai dengan ukuran tubuh kita masing2. Kemudian kami semua disuruh berputar-putar di lapangan parkir beberapa kali untuk membiasakan diri dengan sepedanya, mengecek kedua rem tangan, dan complain kalau ada yang kurang. Aku sempat complain karena remku terlalu soft. Tetapi setelah diperbaiki oleh Laurie, everything is good.

Img_4302

Img_4298

Kami semua siap berangkat. Di US, jalur kendaraan adalah disebelah kanan, setelah 2 jalur kendaraan di tengah jalan, ada jalur kecil di sebelah paling kanan, dan itu adalah jalur untuk biker, orang-orang yang bersepeda. Tetapi kami ikut tour, dan tour ini membayar pajak, sehingga kami boleh berjalan di tengah, di tempat jalur mobil berada. Laurie berada di urutan paling depan, kemudian kami bertiga belas, dan dibelakang kami dikawal oleh Kimo, yang menyetir van dan caravan kami.

Kita bersepeda di jalur tengah, tetapi apabila Kimo melihat ada mobil di belakang yang mau menyalip kita semua, dia akan mengontak Laurie yang berada di urutan paling depan. Dan Laurie akan langsung merapat ke kenan jalan, tempat bikers berada. Setelah semua barisan merapat ke kanan, Kimo mempersilahkan mobil di belakangnya untuk mendahului barisan dengan ikut merapatkan vannya ke kanan.

Begitu seterusnya, pemandangan begitu indah, kami berada 10,000 kaki diatas laut ketika memulai bike tour ini. Dan di posisi itu, kita berada di atas awan. Just see my photo to know how’s the feeling. It’s awesome, but very cold:) Brian sempat terjatuh dari sepeda karena rem nya blong, tetapi tidak ada yang mengetahuinya, dan dia mengatakan, don’t say anything or i will be sent into the van:)

Kami melanjutkan perjalanan sekitar 1 jam sampai akhirnya kita mencapai pemberhentian tempat kita makan siang. Kita makan, ke toilet, ngobrol, dan kemudian melanjutkan perjalanan.

Img_4317

Ada sedikit problem karena bikers di depanku rantainya terlepas. Tetapi it’s not a big problem. Kimo melihat dan segera membantu memasangnya lagi, dan akhirnya kami semua sampai di bawah. Di tempat ini kami memasukkan sepeda ke caravan, mengembalikan jaket and everything else in the caravan dan kebetulan di tempat kami berhenti, ada private property dimana semua tanamannya dibentuk seperti patung gajah. Bahkan untuk orang amerika, pemandangan ini cukup unik. Ketika aku tidak sengaja menjatuhkan sesuatu ketika turun dari van, Laurie memanggilku, ‘Hey indonesia, you dropped something,……I forgot your name and I only remember that you’re from Indonesia….’ Cukup menggelikan sih. Semua orang yang tahu aku dari Indonesia akan mengatakan, wah long trip from Indonesia…..he he he

Img_4327

Img_4334

Setelah itu kami kembali pulang, diantar ke hotel masing-masing, dan aku segera mandi, dan beristirahat. Brian mengajak ketemu jam 5 sore di bar sebelah kolam renang, dan kemudian kami berjalan ke hotelnya, dan setelah itu kita semua pergi untuk makan malam. Setelah pulang dari makan malam, aku segera beres-beres karena ini adalah malam terakhirku di hawaii. Besok malam aku akan terbang ke New Jersey dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan mobil menuju ke Farmington, rumah Brian dan Headoffice Ultimate Nutrition di US……rasanya begitu sayang meninggalkan tempat ini, sudah lama disini dan sudah mulai kerasan…..doh I have this feeling again…..

Note: for more photo, please check http://life.sportindo.com/blog.php?id=1&blogid=890

Denny

February 5, 2007

Another day in MAUI

Filed under: Weblogs — cobramania @ 8:05 pm

Beberapa hari ini aku lalui dengan cukup menyenangkan, mencoba berbagai minuman di setiap dinnerku, Red Wine, Rum Runner, Margarita which is Tequila with a bit salt di pinggir gelasnya, and then Martini dengan taburan gula di bibir gelasnya. Really fun mencoba semuanya itu. Steak nya juga enak-enak, seperti yang kemarin malam, I forgot the name but it cost me like  $42 untuk seporsi.

Pagi itu kami bermain shuffle board, mendorong kepingan-kepingan plastic untuk mendapatkan score tertinggi. Kemudian kita berjalan kembali ke hotel Brian, and aku bertemu dengan Denise Richard, actress pemeran cewek di James Bond dan pemeran di Wild Things!

Img_4240

Img_4244

Img_4246

Lunch di hari itu adalah salad, bentuknya cukup unit menurutku karena
sayuran di tengah dan semua isinya dimasukkan ke dalam cangkir-cangkir
kecil dan kita harus menuang dan mencampurnya sendiri. Missy ketawa
terus ketika aku mengeluarkan kamera untuk memotretnya :P

Img_4248

Img_4247

Siangnya aku diajak ke shopping center di dekat hotel, Wailea shopping center. Cukup indah pemandangannya, agak sore, matahari sudah mulai miring. Lingkungan sekitarnya seperti city walk. Aku memotret cukup banyak, sementara missy keluar masuk kesana kemarin melihat2 barang. Brian menemani aku, and actually Brian tidak begitu suka shopping dan dia selalu bilang, ‘it’s a mistake to go here…’. He he he.

Img_4253

Img_4262

Img_4263

Akhirnya, missy selesai mencari-cari barang dan dia bilang aku harus membeli training pants karena hari selasa kita berencana untuk biking down the hill menuruni gunung berapi yang ada disini. Kita semua tidak bisa menemukan celana cowok yang cocok dengan ukuranku, jadi missy mengambil beberapa macem dan ukuran celana training cewek dan memaksaku mencobanya. Akhirnya aku mencobanya, it’s soo damn tight !! and pinggangnya bahkan tidak bisa naik sampe ke pinggangku, cuman separuh, hahahha. Akhirnya aku lepas lagi dan keluar dari ruang ganti. Thanks God I don’t have to wear that:P Penjaga toko sudah ketawa-ketawa melihat aku mencoba girls training pants. Trus kita melanjutkan jalan-jalan, tetapi missy belum puas kalo belum mendapatkan celana buat aku. Akhirnya di toko terakhir, missy menemukan celana yang pas untuk aku cuman sedikit kepanjangan. Jadi aku tekuk sedikit and missy melihatnya dengan puas. Aku membelinya dan kita segera berjalan pulang ke hotel.

Malamnya kita semua kembali ke shopping center itu yang berjarak sekitar 1km dari hotelku untuk dinner. Brian n Missy mengajak bertemu jam 6.30 tetapi ketika aku sampai on time, mereka sudah lama disana karena brian pengen minum-minum terlebih dahulu. Kemudian kita segera duduk di meja yang sudah disediakan dan menghabiskan malam sambil makan, minum  martini and chatting….. really fun night…..

Hari ini aku bangun pagi, cuaca sangat cerah, aku segera memesan steak for my breakfast karena aku merasa sangat lapar pagi ini. Setelah menghabiskan sarapan, mandi, aku segera keluar dan menuju ke hotel brian. Aku menelepon missy dan dia mengatakan kalau pagi itu mereka dateng ke hotelku dan menelepon kamarku without any answer. Kayaknya telp kamarku sedikit bermasalah, and missy bilang to bring my bathing suit karena kita berencana mau snorkling.

So I get back to my room, prepare everything, and going back to their hotel. Setelah sampai disana, aku menemukan missy baru kembali dari toilet in her bikini and kita berdua segera mencari brian yang ternyata masih di games room, checking his email. Kita ajak untuk masuk ke laut dan brian tidak mau. Brian terlalu putih dan sangat mudah terkena sun burn, jadi dia sangat malas untuk terkena matahari

Akhirnya aku dan missy menuju ke cabana tempat kita duduk-duduk, aku segera melepas pakaian dan mengenakan sun screen ke seluruh tubuhku dan missy pergi ke tempat penyewaan snorkel. Aku setengah jalan memakai sun screen ketika missy kembali dan bilang ‘they won’t allow us to go snorkling today’. Daripada kecewa akhirnya kita berdua tetap mengenakan sun screen  dan pergi ke laut untuk berenang di pinggir laut.

Matahari sangat panas tetapi air laut dingin seperti air es. Secara perlahan kami berdua menuju ke tengah sambil bermain ombak yang kadang-kadang datang cukup tinggi, really fun. Sekitar setengah jam kami bermain dan akhirnya kami kembali ke pantai untuk sunbathing. Setelah cukup panas, akhirnya kita kembali ke games room, bermain ping pong, billiard sambil menunggu brian datang.

Setelah Brian akhirnya datang dari kamarnya, kita bertiga menuju ke restaurant untuk makan siang. Aku memilih pizza dan mengatakan ke brian kalau pizza sebesar itu (sekitar medium size pizza hut) tidak akan mampu aku habiskan, brian cuman menjawab, ‘Just eat as much as you can and leave the rest to the bird’. Di USA orang tidak biasa menghabiskan makanannya seperti kita di Indonesia. Mereka memesan apa yang mereka mau dan memakannya sebanyak yang mereka mau, dan setelah itu ditinggalkan begitu saja.

Selasai makan, Brian menantangku bermain billiard sekali lagi, jadi kita bermain billiard beberapa kali, bermain burn out di playstation juga, dan akhirnya datang waktunya Brian untuk massage dan spa dengan missy, sedangkan aku kembali ke hotelku dengan free shuttle.

Sesampainya di hotel, aku segera mandi, mencuci beberapa kaos kaki, menjemur semuanya yang basah, dan here i’m chatting dengan teman-teman sambil menulis blog ini……sebentar lagi aku harus keluar dan dijemput brian dengan taksi untuk menuju ke tempat dinner.

Denny

February 2, 2007

First day with Brian n Missy

Filed under: Weblogs — cobramania @ 11:44 pm

Brian called me this morning, and aku suruh dia untuk ke kamarku daripada ketemuan di cafe karena aku ada beberapa barang untuk dia. Jam 7.30 mereka sudah datang ke kamarku. Aku masih menyelesaikan beberapa hal, termasuk berganti pakaian, dan lain-lain. Janji mereka sebenarnya jam 9 pagi, tetapi karena mereka bangun terlalu awal, karena jet lag juga. Farmington dan hawaii berbeda 6 jam.

Img_4209

Setelah semuanya beres, kami semua segera keluar, menuju pantai, dan berjalan disepanjang pantai untuk menuju ke hotel Brian, Four Season. Ternyata sangat jauh di ujung. Setelah sampai, aku diajak ke kamar brian, ngobrol, sementara missy melakukan beberapa phone call. Aku bilang ke Brian kalo aku sudah mulai lapar, dan kita segera menuju ke Spago, restoran yang cukup terkenal dan kebetulan ada di Four Season. Seorang staff disana bercerita kalau kemarin Christian Bale, pemeran Batman Begins dan  Prestige baru saja check out. Kami makan bertiga dan menghabiskan sekitar 800rb untuk breakfast, cukup mahal mengingat yang kami makan cukup sedikit.

Img_4215

Setelah itu, angin masih cukup kencang dan hawa masih sangat dingin, akhirnya kami memutuskan untuk bermain di dalam hotel terlebih dahulu. Di games room kami bermain billiard, ping pon, browsing internet. Setelah itu Missy memutuskan untuk berjemur setelah melihat matahari mulai muncul. Aku dan Brian duduk di tenda tetapi nampaknya Brian bosan duduk saja dan mengajak aku jalan. Kami berjalan2 sambil mengambil beberapa foto dan kemudian kembali ke tempat Missy. Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang ketika Brian mengatakan dia sudah lapar sekali, dan akhirnya kami bertiga berjalan menuju ke hotel di ujung untuk lunch.

Img_4231

Pretty nice place di sana, Brian memesan Black and Blue Ahi untuk aku yang katanya adalah Tuna. Setelah itu Brian juga memesan Rum Runner, alcoholic beverages untuk kami berdua. Pelayannya bahkan meminta kartu identitasku, karena katanya mukaku masih seperti anak kecil yang underage, dan katanya Brian keliatan lebih tua. Setelah melihat bahwa umurku 28 di passport yang aku berikan, dia tertawa. Brian yang masih berumur 4 tahun lebih muda dikira lebih tua karena banyaknya rambut di dagunya.

Setelah makanan semua keluar, ternyata Ahi-ku adalah tuna mentah dingin. Aku mecoba beberapa potong sampe akhirnya aku memutuskan tidak bisa melanjutkan makan. Aku tidak terlalu lapar karena hidangan pembuka berupa roti cukup banyak aku makan. Missy n Brian melihat aku makan kurang begitu banyak dan mereka membelikan aku ice cream di perjalanan kembali ke hotel. So funny isn’t it, and it’s so fun to be with them!:)

 

Img_4234

Setelah itu Missy kembali berjemur, aku dan Brian duduk-duduk sambil aku memakan ice creamku. Seorang bule di tenda sebelah bertanya kepadaku, darimana asalku, ketika aku jawab dari Indonesia, dia kaget dan bilang kalau perjalanan yang jauh dari Indonesia ke hawaii. Kemudian bertanya bersama siapa, dan aku bilang bersama mereka sambil menunjuk Brian n Missy. Sekali lagi dia bertanya, mereka juga dari Indonesia kah? Aku bilang ga, dari farmington, connecticut, aku kenal karena kita bekerja sama. Keliatannya dia interest ketika aku sebut farmington, dia segera mendatangi Missy dan ngobrol sebentar disana.

Kemudian Brian mengajak aku masuk ke games room sekali lagi karena di luar terlalu panas, dan dia tidak begitu tahan panas. Setelah cukup lama kami di games room, missy datang dan ikut bermain di dalam sementara aku menonton film streaming di internet yang ada. Mereka mengajak aku untuk ke gym tetapi aku terlalu capek dan memutuskan untuk kembali pulang. So I take the road back home yang mana sekitar 2km jaraknya. Brian mengajak ketemu dinner di Spago lagi jam 7 malam.

Takut terlalu capek, aku segera mengoleskan counterpain ke kakiku setelah mencucinya terlebih dahulu. Berjalan begitu jauh sehari ini sudah membuat kakiku terlalu capek, dan kemudian aku berbaring sambil ngobrol dengan beberapa teman chatting di internet.

Jam 6.10 Brian telp menanyakan kabarku, aku bilang kalau sebentar lagi aku mandi dan kembali kesana sebelum jam 7. Setelah semuanya beres, aku segera kembali ke Spago, another 2km walk. Aku tiba tepat pada waktunya, 25 menit berjalan cepat, jam 6.50 aku sampai disana. Kami ngobrol, makan steak, minum red wine, sejam kemudian kami semua sudah kenyang. That dinner menghabiskan sekitar 2.5jt. What a day, sehari makan lebih dari 4jt rupiah. Hawaii memang cukup mahal. Brian n Missy sudah keliatan capek karena kalau di farmington itu sudah jam tidur mereka, sedangkan aku sudah terbiasa dengan time zone disini jadi blm begitu capek. Akhirnya kami berpisah dan aku harus berjalan 2km kembali ke hotelku. Jalan begitu gelap, sangat berangin dan sangat dingin. Sekitar 25menit kemudian aku sampai di hotelku.

Membersihkan diri, dan kemudian mencuci beberapa kaos kaki yang kemarin aku pakai, dan akhirnya aku bersantai di sofa kamarku sambil menulis blog ini….

Denny

(karena keterbatasan jumlah foto di friendster, selengkapnya bisa dilihat di: http://life.sportindo.com/blog.php?id=1&blogid=888)

Next Page »