On the Way Home
This is my last update untuk blog perjalananku di US. Beberapa hari kemarin aku cukup sibuk, ngurus tiket, hotel, etc dan tidak ada koneksi internet sehingga baru hari ini aku bisa melanjutkan blogku. Mengingat banyak yang bertanya bagaimana kelanjutan ceritaku:) Thanks to all of you yang telah membaca blogku dari awal sampai terakhir ini …..
Melanjutkan beberapa hari yang lalu, aku akhirnya berangkat ke LA, naik US Airways First Class. Sesampainya di Bradley International Airport di Farmington, aku tidak harus antri check in karena tiketku adalah First Class tiket. Semua berjalan lancar dan akhirnya aku tiba di Charlotte untuk transit. Disitu aku segera mencari makan siang dan pilihan terbaik cuman cheeseburger. Setelah itu aku segera cek status penerbanganku, dan ternyata pesawatku di delay selama 50 menit. Aku akhirnya mengambil laptop, menghabiskan waktu sambil online dan mengobrol dengan orang disebelahku.

Setelah itu, kembali aku terbang menuju Los Angeles selama 6.5 jam. Tiba di LAX aku segera mengambil bagasi setelah menunggu cukup lama, kemudian menuju ke tempat shuttle yang telah aku booking sebelumnya. Setelah menunggu shuttle datang aku mengambil beberapa foto keramaian LAX di malam hari. Dan setelah menaikki shuttle bus, aku segera meluncur ke arah Irvine, tempat sepupuku tinggal.

Perjalanan aku tempuh sekitar 1 jam dan finally aku sampai di Irvine, yang menurut driver bus nya adalah daerah teraman di states (bener ga sih fan? katanya baru ada kejadian juga disitu?). Setelah itu aku bermalam disitu dan keesokan paginya aku sudah harus kembali ke airport. Badai salju di farmington membuat jadwalku jalan-jalan di LAX menjadi hilang:( hanya sempat mampir malam itu untuk beristirahat dan paginya sudah harus berangkat kembali untuk terbang menuju ke jepang.




Terbang ke jepang membutuhkan waktu 11.5 jam. Bangku sebelah kiriku kosong memberiku space yang cukup untuk beristirahat. Terbang sekitar jam 12.00 siang waktu LA aku sampai di Jepang pukul 15.35 sore hari di hari yang sama karena perbedaan waktu. Ternyata di jepang yang seharusnya aku terbang pukul 17.20, ternyata terlambat hampir 2 jam. Jam 19 kurang pesawat baru terbang, dan membutuhkan waktu sekitar 6.5 jam untuk menuju ke singapore. Kali ini benar-benar nyaman karena satu deret bangkuku yang berisi 5 kursi ternyata kosong, tidak ada yang duduk sama sekali, pesawat mungkin hanya terisi sekitar 10% atau bahkan kurang.
Aku sampai di singapore pukul 2 pagi hari padahal jadwal seharusnya aku sampai pukul 23.50. Untung shuttle bus menuju ke transit hotelku di Grand Mercure Hotel masih ada. Setelah menghubungi pihak shuttle bus, aku disuruh menunggu sekitar 10 menit. Aku ingat kalau di hotel itu tidak disediakan air minum di kamar, dan seingatku juga tidak ada free breakfast, jadi aku memutuskan untuk membeli french fries, cheeseburger dan sebotol air di counter Burger King di dekat tempat aku menunggu. Cukup sulit membawa 2 koper besar, 1 tas punggung, 1 tas gym berisi nintendo, dan 1 kresek berisi burger king. Setelah itu bus sudah menunggu dan aku segera meluncur ke hotel.
Seperti dugaanku, ketika sampai di hotel pukul 2.30 pagi, ternyata hotelku bermasalah dikarenakan aku mengubah jadwal penerbanganku sehari lebih lambat dari yang seharusnya. Sekali lagi badai salju membuat masalah. Voucherku yang seharusnya check in hotel tgl 17 dikatakan sudah tidak berlaku oleh pihak hotel. Dan ketika beragumentasi, pihak hotel bilang bahwa penerbangan tidak memberikan kabar atau apapun ke pihak hotel. Aku disuruh menunggu lagi sampai pukul 3 pagi akhirnya aku diberitahu bahwa pihak airlines tidak mau membayar. Dan aku diharuskan membayar Deluxe room seharga S$230 before tax. Aku langsung mengiyakan mengingat hal ini bisa diurus besok-besok dan ini sudah jam 3 pagi, sedangkan aku sangat capek setelah terbang dan transit lebih dari 20 jam. Untuk disitu ada orang dari Indonesia juga yang mau menemani aku ngobrol.
Aku segera cek in dan tidur. Agak susah tidur karena di pesawat aku sempat tidur beberapa jam karena tahu bakal datang ke singapore agak terlambat dan daripada aku sakit karena kurang tidur. Sebelumnya aku berpikir lebih baik tidak tidur di pesawat supaya datang ke singapore jam 12 malam, capek dan bisa langsung beristirahat dan menghindari jet lag. Tetapi karena delay di jepang, akhirnya aku memutuskan lebih baik tidur di pesawat.
Keesokan harinya, aku berangkat ke airport pada pukul 10.30, dijemput sangat tepat waktu oleh shuttle bus milik hotel yang memang melayani antar jemput dari hotel menuju airport. Di airport, sesuai dugaanku lagi, ternyata tiketku bermasalah, karena jadwalku menggunakan United Airlines mundur sehari, dan di penerbangan ke Indonesia ini aku menggunakan partner UA yaitu Singapore Airlines. Petugas di tempat mengatakan apakah kamu miss the flight yesterday karena tiketmu tertanggal kemarin, yaitu 18 February dan namamu tidak terdaftar di komputer calon penumpang hari itu. Aku bilang kalau I didn’t miss the flight but I changed the flight. Petugas masih mengatakan kalau pihak UA sama sekali tidak memberitahukan hal itu ke Singapore Airlines, jadi seharusnya kalau ubah jadwal, kamu harus datang ke kantor UA untuk ubah tiket sekalian. Kenyataannya adalah aku memang mengubah melalui telp, missy yang melakukan semua itu kemarin di farmington, dan email konfirmasi dari UA juga menyebutkan bahwa yang terganti hanyalah jadwal UA. Aku dan missy sudah menanyakan tentang Singapore Airlines, tetapi UA mengatakan kalau semuanya otomatis koq, hanya di email saja memang tidak nampak. Tetapi aku juga mengatakan, kalau aku sudah mampir di kantor UA dan aku langsung menyodorkan print out dari email konfirmasi UA sambil mengatakan kalau aku sudah diberi ini oleh UA, sekalian aku berikan corat coret missy di kertas yang berisi jadwal baruku.


Untungnya dalam coretan missy ada jadwal baru singapore airline, yang memberikan keuntungan kepadaku. Aku mengatakan kepada petugas kalau pihak UA yang memberikan coretan itu. Akhirnya petugas itu pergi entah kemana
dan setelah kembali dia bertanya, which seat do you want?
Aku segera bilang, isle seat please…..
Berhasil juga ternyata caraku untuk mendapatkan seat. Setelah itu aku segera mencari makan, karena meskipun sudah memakan burger king, ternyata aku masih lapar. Setelah itu aku terbang ke Indonesia dan semuanya berakhir……
I’m gonna miss everything there…..3 minggu di US sudah berlalu, sangat menyenangkan ketika mengingat-ingat apa saja yang telah aku lalui disana. Hubunganku dengan Brian sudah menjadi semakin dekat dan itu juga sangat memperlancar bisnisku di Indonesia dan hopefully segera untuk di negara yang lain yang akan kami garap. And for myself, aku merasa telah mendapatkan banyak pengalaman berharga selama proses ini. Semua aku lalui sendirian termasuk mulai mengurus visa keberangkatan ke US, selama disana, semua kesulitan, survival yang aku lakukan ketika sakit dan sendirian, sampai akhirnya aku pulang. Ada kebanggaan tersendiri dengan semuanya ini……..
Denny
























