Big Meeting n Leaving Farmington
Kemarin pagi aku berangkat dari rumah Brian pukul 9 untuk ngantor. Disana aku ketemu dengan Tony, dia bekerja sebagai designer di Ultimate Nutrition. Kami membicarakan beberapa hal mengenai design label, format file yang kita pakai, karena beberapa design label Ultimate Nutrition di US ada yang merupakan karya team designer Ultimate Nutrition Indonesia:)
Setelah selesai dengan Tony, aku segera dipanggil Brian untuk meeting di ruang meeting. Cuma kami berdua, membicarakan produk-produk terbaru Ultimate Nutrition, kemudian rencana jangka pendek, dan rencana jangka panjang, termasuk ekspansi kerjasama kami di luar Indonesia
Setelah meeting selesai, kami melakukan beberapa foto session di kantor dan pabrik Ultimate. Missy bilang tidak ada seorang pun yang pernah dan boleh memotret di dalam pabrik. Tetapi hari itu sepertinya pengecualian, karena aku boleh memotret sampai ke dalam lab, tetapi secara minimum. Here’s the list of the pic….


Setelah itu aku diajak makan siang dan kembali ke kantor untuk relax sambil menunggu waktu menuju airport untuk keberangkatanku ke LA. Flightku dijadwalkan terbang pada pukul 15.36 karena diprediksi pukul 17.00 akan ada badai salju. Akhirnya aku berangkat juga ke airport diantar oleh sopir kantor yang beratnya 200kg, sangat besar….
Sesampainya di airport setelah 30 menit perjalanan, ternyata salju sudah mulai turun dan flightku dicancel. Aku menghubungi brian dan ternyata dia masih belum menjawab teleponku. Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 dan aku masih terlantar di airport. Could be another film of The Terminal kalau aku tidak segera melakukan sesuatu. Aku cuman tahu no telp kantor Ultimate dan telp handphone Missy dan keduanya tidak ada yang menjawab. Sehingga akhirnya aku mengirimkan sms ke mamaku di rumah, untuk mengirimkan email ke Julia, salah satu staff Ultimate yang aku yakin pasti ada di depan komputer, untuk segera memanggil Brian dan menelpon ke hpku. Benar juga, 5 menit kemudian Brian telp aku dan setelah mengecek flight dan sebagainya, kita berdua memutuskan aku harus bermalam di hotel terdekat.
Hotel Radisson di airport ternyata sudah penuh, sehingga Brian memesankan aku kamar di Howard Johnson Plaza Motel. Aku segera memesan taksi untuk menuju kesana. Disana aku bermalam, tanpa ada Internet. Makan malam harus beli di restoran hotel. Aku menghabiskan waktu dengan bermain games di Macbook Pro ku. Banyak film bokep diputar di TV sih
he he he…..
Keesokan harinya, aku memutuskan untuk kembali ke airport melihat situasi. Pada saat breakfast, semua orang mengatakan airport ditutup hari itu karena badai salju. Setelah menyelesaikan breakfastku, aku bertanya sekali lagi ke receptionist dan dia mengatakan kalau airport baru saja dibuka. Sehingga aku memutuskan untuk segera kembali ke kamar, membereskan semua barangku dan kembali ke lobby menunggu shuttle bus yang akan membawaku menuju airport.
Salju sangat tebal, dan deras ketika akhirnya aku menaiki shuttle bus yang baru datang. Mengendarai mobil harus pelan dan sangat berhati-hati karena jalan licin dan meskipun di rem, tidak akan berhenti karena roda menginjak es, bukan jalan.
Sesampainya di airport, ternyata antrian US Airways sangat panjang, aku tidak melihat ujungnya karena antrian berderet sampai ke gedung sebelah. Daripada aku ikut antri berjam-jam, mending aku kembali, jadi akhirnya aku kembali ke kantor Ultimate setelah memesan taxi seharga $56 dan menunggu selama beberapa menit dengan suhu -10C.
Tanganku sudah hampir beku karena aku tidak memakai sarung tangan dan jaket yang tebal. Jaket yang dipinjami oleh brian sudah aku kembalikan kemarin. Akhirnya taksi datang dan aku menuju ke kantor Ultimate. Sesampainya di kantor, hujan salju sangat deras, Brian segera mengambil koperku dan berlari ke dalam kantor karena es yang jatuh dari langit cukup menyakitkan muka. Setelah masuk kantor, rambutku penuh dengan bongkahan es kecil-kecil, cukup seru sih pengalamanku, mulai dari melihat salju sampai badainya:)

Di kantor brian memberikan aku satu ruangan untuk bekerja, mengecek email, dan membereskan beberapa hal, kemudian brian memberiku salad untuk lunch yang terakhir aku baru menyadari bahwa dia membagi makan siangnya berdua untuk aku. Suhu di kantor sangat dingin sekali, dan ternyata terakhir aku juga baru menyadari kalau pemanas kantor sedang rusak! Kemudian missy mengatur kembali tiketku dan pada pukul 15.00 akhirnya aku memutuskan untuk tinggal di hotel untuk malam hari itu selama 2 hari sampai keberangkatanku.
Pukul 16.00 Brian memanggilku melalui AIM, dan mengatakan kalau Amy, adiknya, akan mengantarkan jaket ke tempatku dan kalau aku tidak keberatan, mau diajak makan malam bersama keluarganya karena Brian sendiri tidak bisa menemani aku hari itu karena ada acara dengan istri dan mertuanya untuk valentine dinner. Aku mengiyakan tawaran itu. Amy menjemputku pukul 18.00 dan kemudian kami menuju ke rumahnya. Ternyata mama Brian sudah menyediakan steak as our dinner. Aku bermain XBOX dengan Mark, adik Brian satu lagi yang paling kecil. Dan kemudian kami semua dinner dan ngobrol lama di meja makan. Kemudian setelah itu Amy mengajak aku untuk nonton bioskop besok, dan kami mencari daftar movie di internet. Setelah selesai, mama Brian bilang kalau dia akan menjemputku besok pagi dan mengajakku shopping. Mereka tau kalau aku ingin membeli Wii, so mereka akan mengajakku keliling besok pagi untuk melihat-lihat, dan siang ganti ditemani Amy dan malam sudah dijadwalkan untuk menyantap Chinese Food di malam terakhirku di Farmington.
Setelah itu, Amy segera menyalakan mobil, supaya panas sambil kami ngobrol di ruang makan, dan setelah itu Amy mengantarkan aku pulang kembali ke hotel, and here I’m once again, writing this blog sambil ditemani beberapa orang untuk chatting……g’nite everyone…..
Denny
(complete photos at: http://life.sportindo.com/blog.php?id=1&blogid=897)