Me, Myself & Denny






         This blog is about my life as the CEO of Sportindo.com, Ultimate Nutrition & Ultimate Gear distributor.

February 1, 2007

First day in MAUI

Filed under: Weblogs — cobramania @ 10:10 pm

Bangun jam 4 pagi (seharusnya aku meminta morning call jam 4.30), tetapi Jeremy Thomas called me at 4am, bikin aku terbangun. Masih sedikit jet lag membuat tidurku agak sedikit susah ketika malam. Salah satu cara menghindari jet lag adalah just don’t think about it. Tetapi kayaknya cara itu tidak bisa 100% berhasil. Malam masih lapar juga meskipun tidak terlalu parah. Setelah berusaha tetap tidur sampe akhirnya wake up call berbunyi pada pukul 4.30am, aku akhirnya bangun, keluar kamar dan membeli sandwitch untuk mengganjal perutku.

Setelah itu sambil memakan 1 potong sandwitchku, aku segera merapikan seluruh koper, membersihkan diri dan bersiap-siap untuk berangkat. Pukul 5.10 aku menuju lobby untuk check out. Hotelku ternyata sudah dibayar oleh Brian kemarin ketika melakukan reservasi. Aku menunggu 5 menit sebelum akhirnya shuttle bus menuju ke airport datang.

Jarak airport dan hotelku cukup dekat, tidak sampe 5 menit kemudian aku sudah berhenti di terminal Aloha airlines. Penerbangan di hawaii untuk antar pulau hanya disediakan oleh lokal Aloha dan Hawaiian Airlines. Setelah check-in, ternyata aku datang terlalu pagi, dan ditawari jadwal penerbangan satu jam lebih awal. Aku langsung mengiyakan tawaran itu, mengingat hotel yang disediakan untuk aku di Maui pasti jauh lebih enak daripada di Honolulu yang dadakan kemarin.

Setelah itu aku dipersilahkan untuk melakukan security check yang cukup rumit, sampe aku harus melepas sabuk dan sepatu untuk masuk ke mesin scanner. Setelah itu aku berjalan mencari terminal gate 53 yang ternyata cukup jauh. Menunggu disana sekitar 10 menit akhirnya kami semua dipersilahkan untuk boarding. Penumpang cukup sedikit, dan ketika aku menanyakan ke pramugari karena aku tidak melihat adanya seat #540, ternyata jawabnya adalah, ‘You can sit anywhere you like’. Tidak menggunakan nomor seat. Agak lama kami semua menunggu pesawat sebelum berangkat, dan ternyata ada masalah. Pramugari mengatakan ‘There’s something wrong with this plane, we should change plane…’ Akhirnya kami semua keluar lagi dari pesawat, dan mengantri di gate 52 untuk memasuki pesawat berikutnya.

Img_4160

Penerbangan hanya membutuhkan waktu 20 menit dari honolulu ke maui. Pukul 7.33 ketika kamu terbang, matahari baru terbit disebelah kiri pesawat, dan di sebelah kanan pesawat tempat aku duduk, langit masih sangat gelap dan bulan purnama masih sangat jelas terlihat disana. Betapa kontrastnya kedua pemandangan ini. Setelah mendarat, aku segera mengambil koper yang tidak membutuhkan waktu lama.

Img_4165

Masih cukup pagi, hampir jam 8 pagi. Angin bertiup sangat kencang, aku segera memesan taksi. Taksi langsung datang dan kami segera meluncur ke hotelku, Renaissance Wailea Beach Resort. Selama perjalanan kami ngobrol banyak, sopir taksinya cukup ramah, dia berasal dari philipine, anaknya berumur 20th, sudah sangat lama dia pindah ke hawaii. Melihat aku memotret sana sini, dia juga bilang kalau sewaktu mudah dulu juga suka memotret dengan menggunakan Canon EOS yang masih menggunakan film (bukan digital seperti punyaku).

Img_4168

Sesampainya di Renaissance, seperti ekspektasiku, cukup mewah, maklum, kamarku yang garden view aja harga semalamnya sudah US$304. Aku segera check in, sedikit masalah karena check in time adalah jam 3pm sedangkan aku datang pukul 8.30am. Tetapi sudah aku antisipasi dengan mengirimkan email ke pihak hotel sebelum aku berangkat, dan keteranganku ini sudah dicatat oleh pihak hotel. Akhirnya aku boleh check in saat itu juga. Bahkan ditawari untuk upgrade ke ocean view room dengan penambahan US$50/night tetapi aku tolak.  Setelah itu aku menunggu sampai akhirnya dipanggil lagi untuk dikasih kunci kamar.

Img_4170

Kamarku ternyata cukup menyenangkan, luas, memiliki balcony, kamar mandi cukup luas, ada sofa dan kursi malas. Dari balcony terlihat garden view seperti yang disebutkan receptionist tetapi dibalik garden itu aku masih dapat melihat laut. Jadi sekali lagi aku lega karena tidak jadi upgrade ke ocean view yang hanya jarak ke laut lebih dekat saja aku harus membayar $50 per night.

Segera aku memotret kamarku dari berbagai sudut dan setelah itu aku apply koneksi internet dengan membayar menggunakan credit card. Aku memilih paket 7 hari yang ternyata lebih murah daripada aku mengambil 6 hari seperti jadwalku berada disini. Kecepatan internet cukup memuaskan, download torrent bisa sampai 270kB/s lebih. Setelah itu aku memesan New York Steak. Sambil menunggu aku bermain internet, chatting dengan beberapa teman. Makanan datang tidak lama setelah itu, aku segera menghabiskannya, dan melanjutkan chattingku. Setelah itu aku memutuskan untuk tidur siang jam 10.30 sampai jam 2 karena kemarin malam aku cuman tidur selama 4 jam saja. Sekali lagi, tubuhku sepertinya memasuki ‘Travelling Mode’ dimana daya tahan tubuhku meningkat drastis, biasanya tidur 5 jam dan aku bangun dengan pilek atau pusing, tetapi beberapa hari ini aku tidak merasakan apa-apa sama sekali.

Img_4177

Img_4179

Bangun tidur aku mendapati hampir semua download yang aku siapkan untuk berhari-hari ternyata sudah selesai semua. Aku melanjutkan chatting dengan teman-teman karena di indonesia baru pukul 8 pagi. Sambil menunggu matahari sedikit turun. Setelah pukul 16.00 kurang sedikit, matahari agak ramah, aku memutuskan keluar seputar hotel, menuju ke kolam renang, taman, pantai untuk mengambil foto-foto.

Img_4192

Img_4199

Img_4208

(untuk koleksi foto lebih lengkap, kunjungi LIFE: http://life.sportindo.com/blog.php?id=1&blogid=887 - tanpa limit upload foto seperti friendster)

Setelah cukup lama, berjalan sangat jauh, dan mulai berkeringat (matahari masih panas), aku segera kembali ke kamarku, melanjutkan browsing, bahkan menonton serial SuperNatural sambil menikmati roti sisa tadi siang, melalui internet aku lakukan tanpa ada lag yang terjadi sama sekali, sungguh mengagumkan. Hari ini aku habiskan di kamar hotel menunggu brian datang. Pukul 20.00 saat ini, aku menikmati Classic Caesar Salad seharga $16 yang ternyata cukup banyak porsinya sambil menulis blog ini….

Denny

Reach Honolulu

Filed under: Weblogs — cobramania @ 11:14 am

I’m in Honolulu right now. Semalam hanya tidur 2 jam di pesawat. Kayaknya tubuhku masuk ke ‘travelling mode’ dimana jadi lebih tahan banting. Tidak terlalu ngantuk dan tidak pilek maupun pusing setelah semalam cuman tidur sebentar.

Sesampainya di US Customs n Border Control, aku mendapat dua masalah, yang pertama adalah karena ini baru pertama kali aku menginjak US, mereka harus sekali lagi menginterview aku, memotret, memerikan scanned finger print for my both index finger. Setelah menunggu cukup lama dan proses interview selesai, aku dibiarkan keluar, tetapi satu masalah berikutnya adalah, di tiket pesawatku yang seharusnya berangkat tanggal 31 January malam dari jepang dan tertulis 1 Feb berangkat dari honolulu menuju maui. Sekilas memang tidak ada yang salah, tetapi aku lupa menyadari bahwa Jepang dan Honolulu, meskipun cuman berjarak 5 jam, time zonenya sangat berbeda jauh! Aku mendarat di Honolulu pukul 6.22am dan ketika aku bertanya ke petugas, dia mengatakan bahwa sekarang adalah tanggal 31 January. Shocking karena aku lupa menghitung kalau timezonenya justru mundur.

Berarti aku punya waktu seharian di honolulu, aku belum makan sejak last night, dan dunno where to go. Akhirnya aku memutuskan menelpon Brian Rubino dan diterima oleh answering machine. For the first time in my life, aku meninggalkan pesan di telp Brian dengan pesan singkat, ‘Hi Brian, this is Denny, I’m in Honolulu already, please call me!’

Tidak ada lima menit kemudian Brian telp dan aku menjelaskan situasi yang terjadi. Dan Brian langsung bertindak cepat, mencarikan aku hotel terdekat dari Honolulu Aiport dan menelponku kembali. Setelah mencatat semua info hotelnya, aku menuju ke tempat taksi dan hendak memesan taksi, tetapi setelah orang taksi melihat catatanku, dia mengatakan,’They should provide you with the free shuttle to the hotel, you can call them there….’.  Jadi aku segera menukarkan sekali lagi uang kertasku di mesin penukar coin untuk dipakai telepon.

Img_4150

Setelah menelepon hotelnya, mereka menyuruhku menuju ke Baggage Claim G, yang mana aku masih kebingungan, tetapi setelah aku melihat ada papan tulisan Baggage Claim A, aku segera menyadari bahwa aku harus mencari ‘G’.
Menemukan ‘G’ bukan berarti masalah selesai, batterai hp ku sudah sangat mepet dan free shuttle blm juga datang. I made another phone call to the hotel, and they said the the shuttle leave a bit late, should be there in any minutes. So aku menunggu sekali lagi untuk 20 menit dan ternyata mereka mengatakan kalau shuttle sudah disana dari tadi, tetapi aku tidak melihat apapun.

Img_4152

Setelah dijelaskan bahwa aku harus menyeberang jalan dulu baru aku mengerti, bahwa aku harus menunggu di seberang, tempat pick up. Sampai disana, ternyata shuttlenya sudah tidak ada, i made another phone call to the hotel once again, and they told me to wait. Akhirnya setelah 5 menit menunggu, shuttle bus datang. Aku sangat kelaparan. 5 menit berikutnya aku sudah antri  di depan resepsionis hotel untuk proses check in. Aku menanyakan apa ada makanan yang bisa aku order untuk di kamar, dan mereka mengatakan tidak ada. Mesti ke blok sebelah gedung untuk mencari makanan.

Jadi setelah aku masuk kamar, aku segera keluar untuk mencari makan (worried karena perutku sudah tidak enak lagi). Aku membeli chicken katsu di salah satu restoran, cheeseburger dan mineral water. Aku memakannya disana sedikit dan perutku sepertinya sudah terlambat lagi, jadi aku pack everything dan kembali ke hotel, sambil menyusuri toko2 kecil disana untuk mencari colokan buat hp ku. Batt sudah semakin menipis dan aku tidak mempunyai colokan listrik yang pas.

Balik ke hotel, aku segera mandi, kemudian makan sedikit lagi, minum obat, dan aku memutuskan untuk tidur sebentar, sekitar 3-4 jam untuk mengembalikan tenagaku. Wekker berbunyi tepat jam 15.00 dan aku segera bersiap2, turun menuju ke toko di blok sebelah lagi untuk mencari colokan charger tetapi kali ini aku membawa chargerku. Tetapi sekali lagi, the guy said, we only sell Nextel brand here, no adapter for you.

Aku balik ke hotel, ketemu dengan petugas di depan hotel, ngobrol sebentar, aku menceritakan tentang masalahku, dan dia bilang, coba ke Radio Shack, aku minta dipanggilkan taksi, dan dia sangat membantu. Taksi datang dan aku segera diantar ke Radio Shack. Sopir taksinya sangat baik, kita bercerita banyak tentang Indonesia n Hawaii. Di hawaii, polisi tidak bisa disogok. Berapapun yang kita tawarkan, akan dianggap suatu kejahatan dan kita bahkan bisa ditangkap, and setelah itu, mobil kita akan diambil oleh polisi. Aku membayangkan polisi di Indonesia bahkan kalo kita mau ditilang pun, mereka masih minta damai saja, he he.

Sesampainya di Radio Shack, sopir taksi tersebut mau menunggu aku, dan aku segera mencari adaptor untuk chargerku. Untunglah disana sangat lengkap. Kami segera kembali ke hotel. Aku membayar taksi dengan pecahan besar karena aku tidak mempunyai receh kecil. Dia bilang kalau dia ada kembalian, dan memberikan kembalian ke aku bahkan lebih bayak dari seharusnya (tidak akan pernah terjadi di indonesia sekali lagi). I thank him and I go back to my room.

Setelah semuanya beres, aku mengambil kamera dan berjalan keluar hotel untuk memotret sekeliling hotel, dan setelah itu, aku kembali ke hotel, mengirim sms ke semua temenku, makan, dan menulis jurnal ini sekarang…..

Img_4158

Denny

My First Time in Jepang

Filed under: Weblogs — cobramania @ 11:10 am

Pada saat ini, pukul 18.11 waktu jepang, aku sedang duduk sendirian menunggu waktu boarding flightku berikutnya menuju Honolulu, Hawaii untuk berlibur selama seminggu disana. Hari yang sangat melelahkan. Kemarin aku berangkat dari Jakarta puku 14.25 sore menuju Singapore. Dengan menaiki Singapore Airlines, perjalananku cukup menyenangkan, karena selain makanan yang lumayan enak, channel tv cukup lengkap, masih bisa bermain games juga.

Perjalanan menuju singapore ditempuh dalam waktu cukup singkat yaitu 1 jam 15 menit. Sampai di singapore, aku dijemput oleh Colin, salah seorang temanku di singapore yang juga adalah distributor Ultimate Nutrition untuk negara singapore. Setelah checked di hotel Grand Mercure Roxy yang ternyata cukup nyaman, aku segera pergi ke Takashimaya untuk membeli sabuk karena sabuk yang kupakai putus pada waktu di airport……

Setelah itu kami berdua makan malam di salah satu restaurant sambil berbincang-bincang banyak hal, karena Colin dan aku lama sekali tidak ketemu. Aku kembali ke hotel pukul 10 malam, masih berbincang-bincang sebentar dengan Colin, dan setelah itu dia pulang. Aku segera mandi, dan cepat-cepat tidur pada jam 22.30 karena keesokan harinya aku harus bangun pukul 3.50 dan berangkat ke airport pada pukul 4.30.

Img_4132

Wake up call keesokan harinya membangunkanku dan aku segera bersiap-siap. Taxi mercedez dari hotel sudah menungguku di depan lobby dan kami segera berangkat ke airport. Setelah membereskan beberapa urusan check in, interview tentang bagasi, dan proses imigrasi, aku menuju ke salah satu cafe di airport untuk menikmati breakfast. Sedikit kecelakaan karena tanpa sengaja, aku meminum coklat panas dengan menggunakan sedotan, my tongue got burned:(

Img_4135

Jam 7.30 aku terbang menggunakan United Airlines. Perjalanan yang cukup panjang, memakan waktu 5 jam dan 15 menit menuju Narita Airport di Tokyo, Jepang. Memasuki airport, semua penumpang transit mengantri begitu panjangnya untuk melewati proses pengecekan barang bawaan sekali lagi. Di jepang pukul 14.00 pm dan my next flight masih jam 19.25 malam.

Daripada bengong akhirnya aku memutuskan untuk memasuki United Airlines Lounge yang ternyata hanya dikhususkan untuk gold card member. One day member bisa tetapi harus membayar US$50, sekitar Rp 450.000 lebih. Akhirnya aku mengiyakan untuk membayar sejumlah itu. Sangat mahal karena di dalamnya ternyata tidak ada makanan, hanya ada minuman, berbagai macam wine, buah seperti apel, pisang, dan ada biskuit saja. Tetapi paling tidak di dalam lounge tersebut aku bisa mendapatkan koneksi internet karena sejak mendarat di jepang, mobile phoneku tidak mendapat signal, dan tidak ada free wifi seperti di singapore.

Setelah beberapa saat berada di lounge, akhirnya aku memutuskan untuk keluar, sedikit pening karena kurang tidur, aku segera mencari obat di toko obat dan mencari makan di food court. Airport jepang sangat besar, banyak sekali toko-toko seperti memasukki mall di Jakarta.

Img_4143

Nampaknya jam sudah mendekati keberangkatanku, ….. i have to go now……
Denny

« Previous Page