Me, Myself & Denny






         This blog is about my life as the CEO of Sportindo.com, Ultimate Nutrition & Ultimate Gear distributor.

April 28, 2007

‘ME’ Brand

Filed under: Business — cobramania @ 12:24 am

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbicara tentang merk. Suatu merk adalah identitas, sebuah asset tidak berwujud yang sangat bernilai. Merk yang powerful adalah merk yang:
* bisa membentuk image dan reputasi di benak pelanggan
* menarik pelanggan
* mempengaruhi perilaku pembelian
* mempertahankan harga premium
* mempertahankan pelanggan-pelanggan terbaik
* membangun loyalitas pelanggan
* menciptakan value

Dengan acuan seperti di atas, saya ingin mengaplikasikan point-point tersebut kepada brand ‘ME’. Bagaimana kita bisa membentuk diri kita supaya menjadi sebuah merk, sebuah identitas diri yang powerful dan mampu menjalankan semua point di atas.

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat pertanyaan dari seseorang mahasiswa setelah saya selesai memberikan seminar di kampus STIKI. ‘Bagaimana caranya supaya kalau saya mau mempresentasikan program saya ke sebuah perusahaan, yang menemuin saya adalah orang yang pengambil keputusan, bukan second man?’. Disini sekali lagi saya tekankan kalau dia belum mempunyai merk yang powerful. Orang tidak tahu siapa dia. Merk yang powerful dibangun tidak dalam waktu semalam. Perlu waktu lama untuk menjadikan sebuah merk cukup kuat.

Merk yang mampu menarik perhatian banyak karena sedang beriklan kuat di berbagai media  sehingga merk tersebut dianggap ‘keren’ dan mampu membuat permintaan akan merk tersebut meningkat drastis masih belum bisa disebut merk yang powerful, kecuali merk tersebut mampu mengubah permintaan ini menjadi profitabilitas dalam jangka panjang.

Saya sendiri sudah lama berkecimpung dalam bisnis nutrisi, untuk meningkatkan brand image saya, saya banyak mengasuh mailing list nutrisi di perusahaan saya, menulis artikel di berbagai majalah, memberikan seminar, menulis artikel di blog, dan menjadi konsultan online di website saya, www.sportindo.com, foto dan artikel mengenai diri saya sendiri juga sering diliput di berbagai majalah olahraga. Bahkan konsultasi online di web tersebut, saya menggunakan nama saya langsung karena itu akan meningkatkan brand image saya.

Akhirnya karena kekuatan brand image saya, pernah suatu ketika, saya sedang senggang, dan pergi ke toko cat untuk membeli cat untuk kegiatan hobby saya di waktu luang. Ada teman orang tua saya bertanya apakah saya mau merenovasi rumah koq beli cat? saya bilang bahwa cat itu saya gunakan untuk mainan saya di waktu senggang. Dan orang tersebut sekali lagi bertanya ‘kamu bikin mainan? mau di export kemana?’. Dari situ saya menyadari bahwa brand image saya sebagai businessman juga sangat kuat sehingga hanya dengan saya melakukan sesuatu, orang bisa berasumsi bahwa saya pasti sedang menjalankan suatu bisnis yang berhubungan dengan mainan.

Saya membangun image tersebut sudah cukup lama, dan sejak saya masih kuliah dan sampai sekarang, kurang lebih 7.5th saya masih menggeluti bidang yang sama. Jadi kesimpulan terakhir, tekunilah apa pun pekerjaan Anda. Jadilah professional di bidang tersebut dan kembangkanlah ke arah-arah dimana bisa membuat ‘ME’ Brand Anda semakin kuat. Hasil akhirnya sangat memuaskan dan sangat membantu kehidupan Anda. G’luck!

Denny

‘ME’ Brand

Filed under: Business — cobramania @ 12:24 am

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbicara tentang merk. Suatu merk adalah identitas, sebuah asset tidak berwujud yang sangat bernilai. Merk yang powerful adalah merk yang:
* bisa membentuk image dan reputasi di benak pelanggan
* menarik pelanggan
* mempengaruhi perilaku pembelian
* mempertahankan harga premium
* mempertahankan pelanggan-pelanggan terbaik
* membangun loyalitas pelanggan
* menciptakan value

Dengan acuan seperti di atas, saya ingin mengaplikasikan point-point tersebut kepada brand ‘ME’. Bagaimana kita bisa membentuk diri kita supaya menjadi sebuah merk, sebuah identitas diri yang powerful dan mampu menjalankan semua point di atas.

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat pertanyaan dari seseorang mahasiswa setelah saya selesai memberikan seminar di kampus STIKI. ‘Bagaimana caranya supaya kalau saya mau mempresentasikan program saya ke sebuah perusahaan, yang menemuin saya adalah orang yang pengambil keputusan, bukan second man?’. Disini sekali lagi saya tekankan kalau dia belum mempunyai merk yang powerful. Orang tidak tahu siapa dia. Merk yang powerful dibangun tidak dalam waktu semalam. Perlu waktu lama untuk menjadikan sebuah merk cukup kuat.

Merk yang mampu menarik perhatian banyak karena sedang beriklan kuat di berbagai media  sehingga merk tersebut dianggap ‘keren’ dan mampu membuat permintaan akan merk tersebut meningkat drastis masih belum bisa disebut merk yang powerful, kecuali merk tersebut mampu mengubah permintaan ini menjadi profitabilitas dalam jangka panjang.

Saya sendiri sudah lama berkecimpung dalam bisnis nutrisi, untuk meningkatkan brand image saya, saya banyak mengasuh mailing list nutrisi di perusahaan saya, menulis artikel di berbagai majalah, memberikan seminar, menulis artikel di blog, dan menjadi konsultan online di website saya, www.sportindo.com, foto dan artikel mengenai diri saya sendiri juga sering diliput di berbagai majalah olahraga. Bahkan konsultasi online di web tersebut, saya menggunakan nama saya langsung karena itu akan meningkatkan brand image saya.

Akhirnya karena kekuatan brand image saya, pernah suatu ketika, saya sedang senggang, dan pergi ke toko cat untuk membeli cat untuk kegiatan hobby saya di waktu luang. Ada teman orang tua saya bertanya apakah saya mau merenovasi rumah koq beli cat? saya bilang bahwa cat itu saya gunakan untuk mainan saya di waktu senggang. Dan orang tersebut sekali lagi bertanya ‘kamu bikin mainan? mau di export kemana?’. Dari situ saya menyadari bahwa brand image saya sebagai businessman juga sangat kuat sehingga hanya dengan saya melakukan sesuatu, orang bisa berasumsi bahwa saya pasti sedang menjalankan suatu bisnis yang berhubungan dengan mainan.

Saya membangun image tersebut sudah cukup lama, dan sejak saya masih kuliah dan sampai sekarang, kurang lebih 7.5th saya masih menggeluti bidang yang sama. Jadi kesimpulan terakhir, tekunilah apa pun pekerjaan Anda. Jadilah professional di bidang tersebut dan kembangkanlah ke arah-arah dimana bisa membuat ‘ME’ Brand Anda semakin kuat. Hasil akhirnya sangat memuaskan dan sangat membantu kehidupan Anda. G’luck!

Denny

Sophisticated Words

Filed under: Business — cobramania @ 12:23 am

Beberapa hari yang lalu saya diajak oleh Bpk Andoyo untuk menghadiri presentasi software oleh salah satu alumni STIKI.  Ada beberapa hal yang menarik yang perlu saya bagikan disini berdasarkan pengalaman saya sendiri memberikan presentasi nutrisi di berbagai tempat. Sesuai dengan judul tulisan saya ini, Sophisticated Words, mungkin juga ada yang harus buka kamus untuk mengerti arti judul saya ini, tetapi sebenarnya saya ingin menggarisbawahi penggunakan kata-kata atau istilah ‘keren’ yang sering digunakan oleh para profesional ketika mereka berbicara.

Presentasi software kemarin dihadiri oleh beberapa suster dan orang-orang administrasi dan accounting. Konsep presentasinya sebenarnya cukup menarik, tetapi ada beberapa kelemahan yang saya lihat yaitu banyaknya penggunaan ’sophisticated words’ ini. Sebagai contoh, orang awam komputer, bahkan mungkin bahasa inggris juga awam, tetapi presenter selalu mengatakan, ‘…..menurut benchmark yang kita lakukan……’. Coba gunakan kata ‘benchmark’ ke orang awam lainnya, keluarga Anda di rumah misalnya, maka mereka pasti akan bingung dengan apa itu ‘benchmark’.

Tetapi bagi kita, professional di bidang komputer, tentunya kata-kata tersebut tidak asing di telinga kita. Kita juga sering sekali menggunakan kata-kata tersebut ketika ngobrol, sehingga untuk memfilter kata-kata tersebut ketika kita melakukan presentasi akan sangat sulit sekali. Tetapi bukan berarti kita tidak bisa mensiasatinya. Sebagai contoh, saya mungkin menggunakan kata ‘katabolik’ yang bagi saya sering saya gunakan, tapi bagi Anda sebagai orang yang berkecimpung di bidang komputer (bukan nutrisi), kata ‘katabolik’ pasti sangat asing bukan?

Solusinya adalah saya melakukan talk show dengan beberapa orang, dan begitu ada kata-kata seperti itu keluar, satu atau dua orang team saya akan memberikan tanggapan atau pertanyaan balik ke saya tentang apa itu ‘katabolik’, sehingga saya bisa menjelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana. Buat apa kita kelihatan keren sewaktu melakukan presentasi dengan bahasa tinggi yang kita miliki, tetapi para peserta tidak mengerti.

Salah satu teori yang pernah saya dapatkan ketika mempelajari materi tentang Advertising adalah, gunakan bahasa supaya anak kelas 5 SD bisa mengerti apa maksud Anda. Itu jika Anda menghadapi orang awam yang Anda tidak tahu tingkat pengetahuannya. Kalau bahasa kelas 5 SD Anda masih tidak dimengerti oleh beberapa orang, pastikan bahasa Anda sudah benar-benar sederhana, dan kalau sudah yakin, berarti orang yang belum mengerti tersebut memang bukan target market Anda.

Denny Santoso, S. Kom
www.sportindo.com

Time Freedom

Filed under: Business — cobramania @ 12:21 am

Pada saat menulis artikel ini, saya sedang berada di ketinggian beberapa ribu kaki di atas permukaan laut. Saya sedang berada di dalam pesawat Garuda dan sedang menuju Surabaya dari Jakarta. Sebelum saya dipanggil untuk boarding, saya sempat membaca salah satu artikel yang cukup menarik di Koran Media Indonesia. Saya hanya membacanya sekilas karena pada waktu menemukan artikel tersebut, penerbangan saya sudah diumumkan melalui speaker bahwa akan segera berangkat.

Yang menarik dari artikel tersebut adalah tentang seseorang, yang bernama Rony kalau tidak salah. Rony bersama istrinya memulai bisnis melalui internet dengan bermodalkan hanya dengan 1 buah komputer. Penghasilannya saat ini tidak diceritakan, tetapi dia bisa diliput masuk di majalah SWA dan sekarang, Rony baru berusia 33 tahun dan memiliki Time Freedom, dia suka menulis blog, dan di salah satu tulisannya, ada terdapat artikel mengenai kemana kita mau pergi hari ini? Rony tidak terikat oleh jam kantor sehingga bisa memilih hari ini mau pergi kemana.

Bagi semua orang, yang masih bekerja, tentunya sangat mendambakan apa yang diceritakan disini yaitu kebebasan waktu. Sambil cepat-cepat membaca artikel mengenai Rony tersebut, saya membayangkan diri saya sendiri, berada di usia 28th saat ini, saya juga sudah sangat lama menikmati apa yang namanya kebebasan waktu. Tanpa terikat harus bekerja mulai pukul 8 pagi, harus pergi ke kantor, dan lain sebagainya. Bisa kita hitung sendiri kalau kita bekerja selama 8 jam sehari, plus waktu yang diperlukan untuk bersiap-siap, dan transportasi, bisa menghabiskan waktu sebesar 9 jam sehari. Kita tidur rata-rata sekitar 8 jam sehari, berarti kita sudah membuang waktu kita sebesar 17 jam sehari. Tinggal 7 jam, yang mana kita habiskan 2-3 jam sisanya untuk menonton TV di rumah. Waktu yang kita punyai tinggal 4 jam saja per hari. Itu belum terhitung kalau kita masih pergi untuk shopping, telp dengan teman. 4 jam sehari, dalam setahun, (365 hari), berarti kita cuma memiliki waktu sebanyak 1.460 jam atau kurang lebih 60 hari (=2bulan). Dalam setahun, kita hanya memiliki waktu 2 bulan untuk diri kita.

Seperti yang dikatakan Robert T Kiyosaki, bahwa selama ini kita hanya berada di kuadran I atau kuadran II. Kuadran I yaitu apabila kita bekerja pada orang lain, yang kalau kita tidak bekerja maka gaji kita akan dipotong. Kuadran II adalah apabila kita bekerja sendiri secara profesional, sebagai contoh apabila kita menjadi Consultant IT yang mana kita mengerjakan sendiri semuanya, atau seorang dokter yang mana jam kerja sudah ditentukan oleh dirinya sendiri tanpa terikat oleh jam kantor, tetapi apabila seorang dokter pergi berlibur, maka incomenya akan ikut berlibur juga.

Dari sini saya ingin menekankan bahwa bagi kita terutama para mahasiswa yang belum lulus, berpikirlah lebih terbuka. Di dunia pendidikan, Anda diajarkan untuk menjadi pelaksana yang baik. Bahkan jurusan yang mengatakan bahwa kita akan menjadi system analyst adalah lebih baik dari seorang programmer, tetap saja berada di kuadran II. Kita selalu diajarkan untuk bagaimana menghadapi interview, bagaimana mencari pekerjaan. Mulailah berpikir untuk menciptakan pekerjaan dan berusahalah memasuki kuadran III yaitu dimana kita sudah memiliki bisnis kita sendiri. Sistem yang menjalankan bisnis tersebut, bukan kita yang secara fisik harus hadir, sehingga apabila kita pergi berlibur, income kita akan terus masuk. Seperti yang pernah saya dengar dari salah satu dosen saya di STIKI sewaktu saya kuliah, ketika ada seorang mahasiswa ditanya kenapa mengambil suatu pekerjaan tertentu. Mahasiswa tersebut menjawab, ya ini saya ambil untuk batu loncatan pak. Kemudian dosen tersebut menjawab, kalau batu loncatannya banyak, kapan sampainya ?

Dalam hidup ini, semuanya adalah hasil dari banyak rangkaian keputusan. Semua keputusan yang Anda buat akan memberikan efek atau akibat ke kehidupan Anda selanjutnya. So make your decision correctly from now!

Denny
www.sportindo.com

The Role of Communication

Filed under: Business — cobramania @ 12:20 am

Komunikasi, sangat penting di kehidupan kita. Komunikasi dideskripsikan dengan pengirim pesan, memberikan suatu informasi kepada penerima pesan. Konsep yang sangat sederhana sebenarnya, tetapi apa yang terjadi kalau penerima pesan menerima informasi tetapi mengartikannya berbeda dengan apa yang seharusnya?

Kita dituntut untuk berkomunikasi dalam hidup kita, bernegosiasi dalam setiap aspek, dan bagi mahasiswa yang ingin memulai karir dan bekerja, komunikasi adalah salah satu hal yang sangat penting. Entah dalam situasi interview sewaktu melamar pekerjaan, ataupun dalam menawarkan produk berupa program komputer atau jasa pembuatan program komputer.
Saya sendiri bekerja dalam suatu perusahaan distribusi suplemen, dengan ratusan item yang harus dikomunikasikan kepada target market saya. Membuat mereka mengerti mengenai produk saya adalah sesuatu yang cukup sulit apalagi membuat mereka mau mengerti dan akhirnya membeli produk saya. Berikut adalah langkah-langkah yang terjadi dalam suatu komunikasi:

1. Pemakai memiliki badan kurang ideal
2. Pemakai ingin memiliki tubuh yang bagus
3. Pemakai tahu kalau harus berolahraga dan minum suplemen yang tepat
4. Pemakai tahu bahwa suplemen saya lebih baik dari pesaing
5. Pemakai percaya bahwa harga saya masuk akal
6. Pemakai tahu dimana harus membeli suplemen saya

Dari langkah-langkah diatas, coba Anda bandingkan dengan apa yang terjadi ketika Anda menawarkan suatu program komputer kepada client Anda. Apakah Anda sudah memperhatikan tiap langkah tersebut, adakah langkah-langkah yang terlompati?

Menurut saya pribadi, untuk point no 1. masih banyak sekali pengusaha di kota Malang (saya ambil ruang lingkup Malang saja) yang tidak menyadari bahwa mereka mempunyai masalah dengan sistem administrasinya. Piutang-piutang macet yang hanya tersimpan di ingatan pemiliknya. Apa yang terjadi kalau pemiliknya tiba-tiba terkena stroke?
Piutang ratusan juta yang seharusnya ditagih akan hilang begitu saja tanpa jejak.

Melalui point no 2, para target market harus dibuat supaya mereka tahu bahwa mereka memiliki banyak masalah yang sebelumnya tidak mereka sadari. Yakinkan mereka bahwa masalah mereka tidak sederhana dan harus segera diberikan suatu solusi.

Point no 3. cukup sulit karena meyakinkan mereka untuk menggunakan program atau jasa Anda merupakan solusi yang tepat bagi masalah mereka. Anda harus memberikan banyak benefit dari produk atau jasa Anda sehingga akhirnya orang-orang yang berada di segmen market Anda yakin bahwa solusi yang Anda berikan adalah yang terbaik (ini termasuk point no 4).

Point no 5, masalah harga adalah sesuatu yang sangat relatif, bagi sebagian orang mungkin produk yang Anda tawarkan akan terlalu mahal tetapi bagi sebagian orang mungkin harga Anda cukup murah. Tugas Andalah untuk meyakinkan mereka bahwa solusi yang Anda tawarkan jauh lebih mahal daripada harga yang mereka bayarkan. Intinya adalah mereka mendapatkan sesuatu yang lebih, pastikan mereka tahu tentang itu.

Tetapi yang paling penting menurut saya adalah Point no.6, apakah mereka tahu dimana menghubungi Anda? Bagaimana mereka bisa membeli produk atau jasa Anda kalau mereka tidak tahu dimana harus mencari Anda? Anda harus sebisa mungkin ‘terlihat’ oleh target market Anda, entah itu dengan beriklan di berbagai media, membuat website, bahkan posting di milis-milis yang ada. Tanpa ada yang ‘melihat’ Anda, mustahil mereka akan melakukan transaksi dengan Anda.

Jadi bagi Anda yang baru ingin atau sudah berkarir, komunikasi sangatlah penting, cek satu persatu langkah-langkah ditas, pastikan semuanya sudah Anda jalankan sebaik mungkin. Dan mungkin website STIKI ini bisa menjadi salah satu media supaya orang awam tahu dimana harus mencari dan membeli produk/jasa hasil karya dari mahasiswa STIKI ini.

Denny
www.sportindo.com