Sophisticated Words
Beberapa hari yang lalu saya diajak oleh Bpk Andoyo untuk menghadiri presentasi software oleh salah satu alumni STIKI. Ada beberapa hal yang menarik yang perlu saya bagikan disini berdasarkan pengalaman saya sendiri memberikan presentasi nutrisi di berbagai tempat. Sesuai dengan judul tulisan saya ini, Sophisticated Words, mungkin juga ada yang harus buka kamus untuk mengerti arti judul saya ini, tetapi sebenarnya saya ingin menggarisbawahi penggunakan kata-kata atau istilah ‘keren’ yang sering digunakan oleh para profesional ketika mereka berbicara.
Presentasi software kemarin dihadiri oleh beberapa suster dan orang-orang administrasi dan accounting. Konsep presentasinya sebenarnya cukup menarik, tetapi ada beberapa kelemahan yang saya lihat yaitu banyaknya penggunaan ’sophisticated words’ ini. Sebagai contoh, orang awam komputer, bahkan mungkin bahasa inggris juga awam, tetapi presenter selalu mengatakan, ‘…..menurut benchmark yang kita lakukan……’. Coba gunakan kata ‘benchmark’ ke orang awam lainnya, keluarga Anda di rumah misalnya, maka mereka pasti akan bingung dengan apa itu ‘benchmark’.
Tetapi bagi kita, professional di bidang komputer, tentunya kata-kata tersebut tidak asing di telinga kita. Kita juga sering sekali menggunakan kata-kata tersebut ketika ngobrol, sehingga untuk memfilter kata-kata tersebut ketika kita melakukan presentasi akan sangat sulit sekali. Tetapi bukan berarti kita tidak bisa mensiasatinya. Sebagai contoh, saya mungkin menggunakan kata ‘katabolik’ yang bagi saya sering saya gunakan, tapi bagi Anda sebagai orang yang berkecimpung di bidang komputer (bukan nutrisi), kata ‘katabolik’ pasti sangat asing bukan?
Solusinya adalah saya melakukan talk show dengan beberapa orang, dan begitu ada kata-kata seperti itu keluar, satu atau dua orang team saya akan memberikan tanggapan atau pertanyaan balik ke saya tentang apa itu ‘katabolik’, sehingga saya bisa menjelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana. Buat apa kita kelihatan keren sewaktu melakukan presentasi dengan bahasa tinggi yang kita miliki, tetapi para peserta tidak mengerti.
Salah satu teori yang pernah saya dapatkan ketika mempelajari materi tentang Advertising adalah, gunakan bahasa supaya anak kelas 5 SD bisa mengerti apa maksud Anda. Itu jika Anda menghadapi orang awam yang Anda tidak tahu tingkat pengetahuannya. Kalau bahasa kelas 5 SD Anda masih tidak dimengerti oleh beberapa orang, pastikan bahasa Anda sudah benar-benar sederhana, dan kalau sudah yakin, berarti orang yang belum mengerti tersebut memang bukan target market Anda.
Denny Santoso, S. Kom
www.sportindo.com