Time Freedom
Pada saat menulis artikel ini, saya sedang berada di ketinggian beberapa ribu kaki di atas permukaan laut. Saya sedang berada di dalam pesawat Garuda dan sedang menuju Surabaya dari Jakarta. Sebelum saya dipanggil untuk boarding, saya sempat membaca salah satu artikel yang cukup menarik di Koran Media Indonesia. Saya hanya membacanya sekilas karena pada waktu menemukan artikel tersebut, penerbangan saya sudah diumumkan melalui speaker bahwa akan segera berangkat.
Yang menarik dari artikel tersebut adalah tentang seseorang, yang bernama Rony kalau tidak salah. Rony bersama istrinya memulai bisnis melalui internet dengan bermodalkan hanya dengan 1 buah komputer. Penghasilannya saat ini tidak diceritakan, tetapi dia bisa diliput masuk di majalah SWA dan sekarang, Rony baru berusia 33 tahun dan memiliki Time Freedom, dia suka menulis blog, dan di salah satu tulisannya, ada terdapat artikel mengenai kemana kita mau pergi hari ini? Rony tidak terikat oleh jam kantor sehingga bisa memilih hari ini mau pergi kemana.
Bagi semua orang, yang masih bekerja, tentunya sangat mendambakan apa yang diceritakan disini yaitu kebebasan waktu. Sambil cepat-cepat membaca artikel mengenai Rony tersebut, saya membayangkan diri saya sendiri, berada di usia 28th saat ini, saya juga sudah sangat lama menikmati apa yang namanya kebebasan waktu. Tanpa terikat harus bekerja mulai pukul 8 pagi, harus pergi ke kantor, dan lain sebagainya. Bisa kita hitung sendiri kalau kita bekerja selama 8 jam sehari, plus waktu yang diperlukan untuk bersiap-siap, dan transportasi, bisa menghabiskan waktu sebesar 9 jam sehari. Kita tidur rata-rata sekitar 8 jam sehari, berarti kita sudah membuang waktu kita sebesar 17 jam sehari. Tinggal 7 jam, yang mana kita habiskan 2-3 jam sisanya untuk menonton TV di rumah. Waktu yang kita punyai tinggal 4 jam saja per hari. Itu belum terhitung kalau kita masih pergi untuk shopping, telp dengan teman. 4 jam sehari, dalam setahun, (365 hari), berarti kita cuma memiliki waktu sebanyak 1.460 jam atau kurang lebih 60 hari (=2bulan). Dalam setahun, kita hanya memiliki waktu 2 bulan untuk diri kita.
Seperti yang dikatakan Robert T Kiyosaki, bahwa selama ini kita hanya berada di kuadran I atau kuadran II. Kuadran I yaitu apabila kita bekerja pada orang lain, yang kalau kita tidak bekerja maka gaji kita akan dipotong. Kuadran II adalah apabila kita bekerja sendiri secara profesional, sebagai contoh apabila kita menjadi Consultant IT yang mana kita mengerjakan sendiri semuanya, atau seorang dokter yang mana jam kerja sudah ditentukan oleh dirinya sendiri tanpa terikat oleh jam kantor, tetapi apabila seorang dokter pergi berlibur, maka incomenya akan ikut berlibur juga.
Dari sini saya ingin menekankan bahwa bagi kita terutama para mahasiswa yang belum lulus, berpikirlah lebih terbuka. Di dunia pendidikan, Anda diajarkan untuk menjadi pelaksana yang baik. Bahkan jurusan yang mengatakan bahwa kita akan menjadi system analyst adalah lebih baik dari seorang programmer, tetap saja berada di kuadran II. Kita selalu diajarkan untuk bagaimana menghadapi interview, bagaimana mencari pekerjaan. Mulailah berpikir untuk menciptakan pekerjaan dan berusahalah memasuki kuadran III yaitu dimana kita sudah memiliki bisnis kita sendiri. Sistem yang menjalankan bisnis tersebut, bukan kita yang secara fisik harus hadir, sehingga apabila kita pergi berlibur, income kita akan terus masuk. Seperti yang pernah saya dengar dari salah satu dosen saya di STIKI sewaktu saya kuliah, ketika ada seorang mahasiswa ditanya kenapa mengambil suatu pekerjaan tertentu. Mahasiswa tersebut menjawab, ya ini saya ambil untuk batu loncatan pak. Kemudian dosen tersebut menjawab, kalau batu loncatannya banyak, kapan sampainya ?
Dalam hidup ini, semuanya adalah hasil dari banyak rangkaian keputusan. Semua keputusan yang Anda buat akan memberikan efek atau akibat ke kehidupan Anda selanjutnya. So make your decision correctly from now!
Denny
www.sportindo.com
Hey,
I would say you can be a great columnist. It’s a nice point of view and I am enjoying reading your blogs
Best,
Cindy
Cindy Evelyn — October 22, 2007 @ 9:42 pm
Hi Cin, thanks you for your comment, I really appreciate it:)
Denny
Denny — November 3, 2007 @ 10:39 pm